Kriminalitas Kalteng

Pembunuh Rudi Petani di Gunungmas Kalteng Ternyata Diotaki Mertuanya Sendri, Ini Motifnya

Pembantaian terhadap Rudi seorang petani di Jalan RTA Milono RT 4 ternyata dilakukan oleh mertuanya sendiri.

Pembunuh Rudi Petani di Gunungmas Kalteng Ternyata Diotaki Mertuanya Sendri, Ini Motifnya
istimewa/polres gunung mas
Empat Pelaku pembunuhan seorang petani bernama Rudi warga RTA Milono RT 4 Kelurahan Sepang Simin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKURUN - Pembantaian terhadap Rudi , petani yang tinggal di Jalan RTA Milono RT 04, Kelurahan Sepang Simin, Kecamatan Sepang, Gunungmas, Senin (15/4/1019) ternyata dilakukan oleh mertuanya sendiri.

Keterangan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng, Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko, menyebut ada empat orang pelaku yang melakukan pembantian terhadap korban salah satunya adalah mertuanya sendiri.

Dikatakan, empat orang pelaku tersebut saat ini sudah diamankan di di Polres Gunungmas mereka adalah, Tuhir odot atau Bapak Jani , Bintirman atau Bapak Lisa, Yondi atau jono alias Bapak Niki dan Jupri, semua pelaku sudah diamankan polisi.

Baca: Kondisi Rumah Tangga Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Diungkap, Bikin Wali Kota Bogor Bima Arya Kaget

Baca: BREAKING NEWS: Rudi Dicincang Empat Pelaku Pakai Tombak dan Parang hingga Tewas

Baca: 98 CPNS HSU Terima SK, Bupati Abdul Wahid Sampaikan Pesan ini

Baca: Blak-blakan Ayu Ting Ting Soal Emre Kivilcim, Pria Turki yang Berfoto Bersamanya, Teman Atau Pacar?

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng, Kombes Pol Agung Prasetyoko, mengatakan, Kasus Pembunuhan sadis menggunakan senjata tajam sejenis Parang , Tombak dan Kayu Balok terjadi di Sepang Simin, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunungmas Kalimantan Tengah, Senin (15/4/2019) masih ditangani penyidik Polres Gunungmas.

Pembunuhan terjadi diduga diawali akibat cekcok pasangan suami istri yang kemudian berlanjut pada pertikaian antar keluarga sehingga akhirnya, korban yang merupakan sang suami tewas dibantai oleh empat orang yang nenggunakan senjata tajam jenis tombak, parang dan balok kayu yang salah satunya adalah mertuanya sendiri.

Sebelum kejadian pembantaian tersebut, korban sempat marah-marah kepada istrinya, bahkan sampai mengancam ingin membunuh istrinya kemudian istrinya lapor pada bapaknya, untuk meminta perlundungan.

"Istrinya dimarahin oleh suami yang belum diketahui sebabnya kemudian istri diancam mau dibunuh oleh suaminya, kemudian lapor ke bapaknya , bapaknya emosional dan mendatangi korban bersama tiga orang membawa sajam, hingga terjadilah pembubuhan tersebut." ujarnya. banjarmasinpost.co.id /faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved