Tajuk

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Kalimantan Selatan

HINGGA memasuki April 2019 ini cuaca ekstrem masih acap kali terjadi di hampir semua daerah. Terbaru, Puting beliung dan hujan es melanda Bajuin

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Kalimantan Selatan
Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Selain merubuhkan atap kanopi Majelis Ansor juga diketahui membuat beberapa pohon tumbang, Sabtu (13/4/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - HINGGA memasuki April 2019 ini cuaca ekstrem masih acap kali terjadi di hampir semua daerah. Terbaru, Puting beliung dan hujan es melanda Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Sabtu (13/4).

Sejumlah bangunan rusak diterpa angin. Rumah pribadi, hingga tenda panitia Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2 Desa Bajuin juga porak-poranda.

Hujan es juga terjadi di Bajuin, tepatnya di Jalan Atilam, Desa Kunyit. Peristiwa hujan es ini sempat viral di media sosial. Dalam video terlihat warga yang berada di halaman terkejut dengan adanya butiran es kala hujan disertai angin kencang.

Butiran es yang tersebar di video berbentuk bulatan seperti batu kecil dengan diameter kurang lebih satu sentimeter.

Berdasar data BMKG, fenomena hujan lebat disertai angin kencang diakibatkan kondisi dinamika atmosfer wilayah Kalimantan Selatan yang merupakan daerah belokan angin (shearline).

Didukung dengan kelembapan atmosfer yang cukup basah dan indeks stabilitas atmosfer yang menunjukkan adanya potensi konveksi aktif (sedang-kuat) yang berpotensi pada pertumbuhan awan cumulonimbus yang menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin dan petir.

Berkait denagn cuaca ekstrem ini, BMKG memang memberikan peringatan cuaca ekstrem ini akan terjadi pada 14 hingga 16 April 2019 di Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Tapin, Baritokuala, Tanahlaut, Tanahbumbu, dan Kotabaru.

Peringatan BMKG ini biasanya diumumkan melalui akun twitter BMKG yang didukung dengan adanya aplikasi hape android InfoBMKG.

Sayangnya, peringatan yang diinformasikan BMKG belum tersosialisasikan secara baik.Contohnya pengikut akun twitter @infoBMKG yang hanya 4 juta.

Untuk sosial media yang kini digunakan, instagram @infoBMKG diikuti memiliki pengikut 1,5 juta. Itupun lebih banyak menginformasikan wilayah jabodetabek.
Masih jauh dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 200 juta lebih.

Alangkah baiknya, peringatan cuaca ekstrem yang mengancam jiwa warga lebih tersosialisasikan dengan baik. BMKG sebagai instansi pemerintah seharusnya bisa menggandeng instansi pemerintah ke tingkat terendah, RT/RW.

Karena informasi ini sangat penting bagi warga, terutama di daerah pelosok yang belum ramah dengan gawai (gadget).

Warga bisa mengetahui cuaca ekstrem satu hari sebelumnya, sesuai dengan informasi yang biasa dibagikan BMKG.

Agar warga bisa mempersiapkan diri, minimal dengan mengatur kegiatan agar bisa terhindar dari cuaca ekstrem yang melanda wilayahnya. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved