Berita Kabupaten Banjar

Puluhan Napi Lapas Narkotika Telah Rekam KTP-EL Tak Bisa Nyoblos, Ini Kata Dukcapil Banjar

Sekitar 50 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas 2A Karangintan, Kabupaten Banjar, bakal tak bisa nyoblos di Pemilu 2019.

Puluhan Napi Lapas Narkotika Telah Rekam KTP-EL Tak Bisa Nyoblos, Ini Kata Dukcapil Banjar
Istimewsa/Yusi Ansyari
Kepala Disdukcapil Banjar Yusi Ansyari Nihe 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sekitar 50 narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas 2A Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, bakal tak bisa nyoblos pada pemilu 17 April lusa.

Penyebabnya lantaran mereka telat menjalani perekaman KTP elektronik. Pihak Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banjar menyatakan mereka menjalani perekaman pada H-7 ketika pihaknya tak diperkenankan lagi menangani formulir A5.

Mengenai hal itu, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Dinas Dukcapil Banjar, Yusi Ansyari Nihe, menegaskan kegiatan yang pihaknya lakukan tak semata-mata untuk keperluan kepemiluan. Lebih dari itu untuk membantu masyarakat mengurus administrasi kependudukan.

"Kalau kemudian ternyata kegiatan perekaman yang kami lakukan tak terakomodir oleh KPUD, itu hal berbeda. Tujuan kami adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat," tandas Yusi, Senin (15/04/2019).

Baca: Puluhan Narapidana Lapas Narkotika Karangintan Tak Bisa Nyoblos di Pemilu 2019, Ini Penyebabnya

Baca: Sofwat Hadi Sebut Pemilu 2019 Serentak Bingungkan Masyarakat, Pileg Seolah Terabaikan

Baca: Pembersihan APK di Tiga Tempat di Banjarbaru Dilakukan Petugas Bawaslu Sampai Malam Hari

Ia menerangkan kegiatan yang pihaknya lakukan sesuai dengan tahapan perencanaan, termasuk tempat dan waktu serta anggaran yang tersedia. "Nah, silakan siapa saja memanfaatkan data kami. Banyak yang memanfaatkan data dari kami, tak cuma KPUD, tapi juga Badan Statistik, Imigrasi, dan lainnya," tandas Yusi.

Pejabat eselon III di Bumi Barakat ini mengatakan perekaman KTP elektronik di Lapas Narkotika Kelas 2A Karangintan memang tak lancar. "Jaringan internetnya lelet, koneksi sering terputus sehingga cukup menyita waktu," sebutnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved