Berita Kabupaten Banjar

Puluhan Narapidana Lapas Narkotika Karangintan Tak Bisa Nyoblos di Pemilu 2019, Ini Penyebabnya

Tercatat puluhan narapidana setempat yang terganjal hak pilihnya. Penyebabnya karena mereka tak memiliki identitas administratif yang memadai.

Puluhan Narapidana Lapas Narkotika Karangintan Tak Bisa Nyoblos di Pemilu 2019, Ini Penyebabnya
Lapas Narkotika Karangintan untuk banjarmasinpost.co.id
Petugas Dinas Dukcapil Banjar sibuk melakukan kegiatan perekaman KTP-El terhadap warga binaan Lapas Narkotika Karangintan, Kamis (11/04/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pada pestas demokrasi 17 April lusa, tak semua warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas 2A, Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), dapat menggunakan hak pilihnya.

Tercatat puluhan narapidana setempat yang terganjal hak pilihnya. Penyebabnya karena mereka tak memiliki identitas administratif yang memadai.

"Memang kemarin para napi di Lapas Narkotika Karangintan menjalani perekaman KTP Elektronik. Namun kegiatan itu di ujung waktu yakni H-7, di mana kami sudah tidak boleh lagi menangani formulir A5," ucap Muslihah, komisioner KPUD Banjar yang membidangi Divisi Perencanaan, Program dan Data, Senin (15/04/2019).

Formulir A5 diperuntukkan bagi pemilih untuk menggunakan hak pilihnya di luar daerah tempatnya terdaftar sebagai pemilih. Kasus seperti ini antara lain banyak dialami kalangan pekerja swasta yang bertugas di daerah lain pada hari pencoblosan (17 April).

Baca: Cegah Politik Uang, Bawaslu Tapin Gelar Apel Patroli Pengawasan Masa Tenang Pemilu 2019

Baca: Jelang Pilpres 2019, Danrem Tegaskan Kondisi Kalteng Kondusif, BKO-kan Ribuan Prajurit ke Polda

Begitu halnya di lingkungan lapas, sebagian WBP juga berasal dari luar daerah. Termasuk di Lapas Narkotika Kelas 2A Karangintan.

KPUD Banjar bahkan menempatkan TPS (tempat pemungutan suara) tersendiri di Lapas Narkotika Karangintan. "Awalnya jumlah TPS di Kabupaten Banjar 1.831, tapi dengan adanya DPTB (daftar pemilih tambahan) yakni 1 TPS di Lapas Narkotika Katangintan, maka jumlah total TPS menjadi 1.832," sebut Muslihah.

Dikatakannya, WBP di lapas tersebut banyak orang dari luar Kabupaten Banjar. Mereka dapat menggunakan hak pilih demgan difasilitasi KPUD Banjar menggunakan formulir A5.

"Data detailnya ada di kantor, kalau tak keliru sekitar 50 orang yang tak bisa lagi kami akomodir karena mereka melakukan perekaman di ujung waktu, pada H-7," tandas Muslihah.

Sesuai ketentuan, formulir A5 diurus pada H-30 dan terakhir H-7. Namun pengurusan A5 pada H-7 hanya pada empat kondisi khusus yakni bencana alam, sakit, terpidana, dan orang yang menjalankan tugas di luar daerah.

"Namun ada sekitar 60 WBP yang bisa menggunakan hak pilihnya karena sudah pernah terdaftar, memiliki KTP dan sudah pernah melakukan perekaman," tandas Muslihah.

Jumlah total pemilih tetap di Kabupaten Banjar, sebutnyq, sebanyak 414.549 orang. Mereka tersebar di 20 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Banjar.

Baca: Sebanyak 298 personil TNI Polri di Banjarbaru digeser ke TPS, Hujan dan Penerangan Jadi Ancaman

Baca: Begini Saran KPU Kota Banjarmasin untuk Warga yang Masih Urus DPTb dan Tak Masuk DPT Pemlu 2019

Pada Rabu (10/04/2019) lalu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Banjar memang melaksanakan kegiatan perekaman KTP elektronik di Lapas Narkotika Kelas 2A Karangintan.

Kegiatan berlanjut pada Kamis. Namun seperti pada hari pertama, perekaman juga tak bisa terlaksana maksimal karena lemahnya jaringan internet. Perekaman dibatasi hingga pukul 16.50 Wita.

Kepala Lapas Narkotika Krlas 2A Karangintan Supari melalui Bagian Kehumasan, Taufik, menuturkan saat itu jumlah WBP sebanyak 1.037 orang. Target perekan sekitar 900 orang.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved