Berita HSS

Siswa SMPN 2 Loksado, kabupaten HSS, Disewakan Rumah Selama UNBK, Untuk Makan, Masak Sendiri

Sebanyak 12 siswa yang bakal mengikuti ujian nasional pun terpaksa numpang UNBK ke SMKN 1 Kandangan, pada ujian serentak 22 sampai 25 April 2019 menda

Siswa SMPN 2 Loksado, kabupaten HSS, Disewakan Rumah Selama UNBK, Untuk Makan, Masak Sendiri
Banjarmasinpost.co.id/Ibrahim Ashabirin
Ilustrasi - Suasana simulasi UNBK di SMPN 1 Rantau, Selasa (21/3/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Belum tersedianya jaringan seluler di Desa Malinau Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan, serta belum cukup tersedianya komputer, membuat SMPN 2 Loksado, belum bisa melaksanakan UNBK secara mandiri.

Sebanyak 12 siswa yang bakal mengikuti ujian nasional pun terpaksa numpang UNBK ke SMKN 1 Kandangan, pada ujian serentak 22 sampai 25 April 2019 mendatang.‎

Kepala SMPN 2 Loksado, Rumansyah dikonfirmasibanjarmasinpost.co.id, Senin (15/4/2019) terkait persiapan siswa yang harus tinggal di Kandangan selama empat hari tersebut menyatakan, sudah melakukan koordinasi dengan Disdik HSS dan serta para guru.

Terutama untuk sarana transportasi, siswa bakal dijemput menggunakan mobil pribadi karena jumlahnya tak terlalu banyak. Sedangkan untuk untuk tempat tinggal mereka disewakan rumah yang dekat dengan lokasi ujian selama empat malam.

"Yang nanti tinggal di rumah sewaan, siswa putra, ada 10 orang. Sedangkan untuk putri, ada dua orang, diinapkan di rumah salah satu guru yang mengajar di Loksado,"kata Kepsek.

Baca: Kali Pertama di Kapuas, UAMBD Tingkat Madrasah Ibtidayah Digelar Berbasis Komputer dan Android

Baca: 56 Peserta dari Dua Pondok Pesantren di Kapuas Ikuti UNBK Paket C

Dijelaskan, penjemputan dilakukan Minggu 21 April sore, selanjutnya diantar ke rumah sewaan dan rumah guru tadi. Dua orang guru yang bertugas pagi dan sore bergantian akan menemani siswa mereka selama masa UNBK.

Tahun 2019 merupakan tahun kedua sekolah di desa terpencil ini mengikuti UNBK dengan menunpang di sekolah lain di Kandangan. Sebelumnya, 2018 lalu ada 27 siswa peserta UNBK, sehingga diinapkan di Losmen Pasar Los Batu Kandangan selama ujian. Dijelaskan, sesuai keinginan siswa dan pertimbangan menghemat biaya hidup, mereka meminta disewakan rumah saja, ketimbang menginap di Losmen. "Rencana mereka bawa beras dan lauk sendiri untuk memasak dan makan sehari-hari. Soalnya sekolah hanya menyediakan sarana transportasi dan penginapan,"kata Kepsek.

Menurut Kepsek, numpang ujian di tempat lain dilakukan, selain terkendala masalah jaringan seluler, juga komputer tersedia belum cukup. Baru tersedia 10 unit CPU, tapi kondisinya sudah ketinggalan dari sisi teknologi, karena bantuan lama, beberapa tahun lalu.

Sedangkan layar monitornya ada 20 unit, bantuan untuk lab bahasa, dan kondisinya kata Rumansyah masih bagus. Dijelaskan, sebenarnya jaringan seluler sudah masuk, yaitu Telkomsel dan Indosat, tapi sinyal yang diterima sangat lemah. "Jika ingin menelepon atau menggunakan internet, harus mencari spot yang tinggi untuk bisa berkomunikasi," katanya.

Baca: BREAKING NEWS: Rudi Dicincang Empat Pelaku Pakai Tombak dan Parang hingga Tewas

Baca: Tagihan Makan Syahrini Tak Mampu Dibayar Reino Barack, Ternyata Eks Luna Maya Lakukan Ini

Pihaknya sangat berharap, ke depan ada bantuan tambahan berupa laptop, mengingat di Desa Malinau listrik sering mati dan tidak stabil.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved