Berita Balangan

SMKN 1 Paringin Raih Prestasi di Ajang Festival Ilmiah Nusantara (FIN), Tampilkan Karya Ilmiah Ini

Ini setelah diraihnya predikat juara kedua ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Festival Ilmiah Nusantara (FIN) Universitas PGRI Madiun.

SMKN 1 Paringin Raih Prestasi di Ajang Festival Ilmiah Nusantara (FIN), Tampilkan Karya Ilmiah Ini
istimewa/Izuddin Syarif
SMKN 1 Paringn meraih predikat juara kedua pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Festival Ilmiah Nusantara (FIN) Universitas PGRI Madiun (UNIPMA), Madiun, Senin (15/4/2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN -Tiga pelajar dari SMKN 1 Paringin berhasil mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Balangan di level nasional.

Ini setelah diraihnya predikat juara kedua dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Festival Ilmiah Nusantara (FIN) Universitas PGRI Madiun (UNIPMA).

Tiga pelajar yang mengikuti lomba dari 12-14 April 2019 ini masing-masing M Farhat Adha D, M Fahrizanor dan Dimas Dwikurnia yang saat ini tercatat duduk di kelas 11 jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik.

Guru pembimbing, Izuddin Syarif, yang dihubungi banjarmasinpost.co.id, Senin (15/4/2019) membenarkan, sekolah mereka berhasil merebut gelar juara kedua di ajang LKTIN FIN UNIPMA, di Madiun.

Baca: 17 - 20 April Layanan SIM Tutup, Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Ini Kata Wadirlantas Polda Kalsel

Baca: Keinginan Terpendam Ibu Raffi Ahmad, Amy Qanita Terungkap, Mertua Nagita Tak Ingin Dimanja Harta?

Menurutnya, sekolah mereka berhasil tembus sebagai finalis setelah sebelumnya bisa bersaing dengan sekitar 100 proposal yang masuk.

"Jumlah proposal yang masuk hampir 100, kemudian diambil 10 finalis dan pemenang ada 5 tim, terdiri dari juara 1sampai 3 dan favorit 1 serta favorit 2," katanya.

Dijelaskannya, dalam ajang ini sekolah mereka mengangkat karya Alat Pengaman Drop Tegangan Berbasis Mikrokontroller.

Karya ini merupakan pengembangan dari alat serupa yang sebelumnya juga telah berhasil memenangkan lomba di LKTIN HIMAPSIKA ULM tahun 2019.

"Alat ini berfungsi mengantisipasi drop tegangan yang biasanya terjadi tiba-tiba khususnya di daerah pedesaan seperti di kecamatan Lampihong kabupaten Balangan," ungkapnya.

Ditambahkannya, alat ini bukan hanya mendeteksi namun juga dapat memutuskan sumber listrik dari jaringan menuju ke instalasi pelanggan jika terjadi drop tegangan.

Tujuan alat ini juga untuk mengamankan berbagai perangkat elektronika yang sangat rentan oleh perubahan tegangan.

Baca: Begini Kronologis Pembantaian Dilakukan Mertua dan 3 Temannya Terhadap Menantu di Gunung Mas Kalteng

Baca: Prabowo Jadi Penjamin Penangguhan Ahmad Dhani, Mantan Suami Maia Estianty Bebas?

Selain itu alat ini juga dikembangkan dengan sistem tunda waktu untuk memastikan bahwa tegangan yang masuk benar-benar stabil, baru alat akan menyambungkan sumber listrik ke instalasi pelanggan.

"Alat ini juga dilengkapi dengan buzzer agar pelanggan mengetahui adanya drop tegangan," ujarnya.

Masih menurut Izuddin, setelah generasi kedua, maka alat ini akan kembali dikembangkan guna memberi informasi langsung ke PLN lokasi mana terjadi drop tegangan.

Kemudian selain alat ini, tim listrik Paringin juga mengembangkan projek lain seperti alat ukur tinggi badan, penyiram otomatis berbasis sensor kelembaban, lampu taman penghemat energi dan lainnya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved