Berita Banjarmasin

Banjarmasin Masih Kerap Tergenang, PUPR  Sebut  Anggaran Drainase Rp 9 Miliar Masih Terlalu Kecil

Kota Banjarmasin kerab dilanda genangan air saat hujan lebat turun. Hal itu dianggap sudah biasa terjadi pada daerah berjuluk kota seribu sungai.

Banjarmasin Masih Kerap Tergenang, PUPR  Sebut  Anggaran Drainase Rp 9 Miliar Masih Terlalu Kecil
(banjarmasinpost.co.id/jumadi)
Salah satu jalan utama, tepatnya di sepanjang Jalan A Yani dari km 4 hingga km 6 tampak tergenang, Jumat (12/4/2019) malam, akibat guyuran hujan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Kota Banjarmasin kerab dilanda genangan air saat hujan lebat turun. Hal itu dianggap sudah biasa terjadi pada daerah berjuluk kota seribu sungai ini.

Diakui oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan  Penata Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Arifin Noor pada lokasi-lokasi tertentu, genangan air memang kadang muncul. Apalagi didukung hujan dan kondisi air pasang. Dimana wilayah Banjarmasin memiliki karakter sungai pasang surut.

Ia beranggapan, apa yang terjadi mengenai genangan yang berhubungan dengan sistem drainase ini menjadi tantangan tersendiri untuk Dinas PUPR Kota Banjarmasin.

Baca: Khusus Soal Ini, Dul Jaelani Enggan Kalah dengan Ahmad Dhani dan Duet Maia Estianty - Mulan Jameela

Baca: Rumah Adat Banjar Balai Balaki di Tibung HSS, Sering Dikagumi Wisatawan Luar Negeri

Baca: Gunana Teknologi Sistem Solar Cell, Ikan Bisa Hidup di Air IPAL RSU Al Mansyur Medika

Ia sendiri menyadari kerab genangan terjadi di jalan protokol, baik milik nasional maupun provinsi, serta jalan pada kawasan permukiman.

“Kami sudah berikan penanganan agar percepatan genangan air bisa mengalir ke sungai. Tapi yang jadi problem, apabila air pasang, maka memang harus menunggu surut,” ucap Arifin, Selasa (16/4/2019).

Ia mengatakan, saat ini anggaran untuk pembuatan drainase untuk Kota Banjarmasin mencapai Rp 9 miliar. Jumlah itu dianggap kurang. Karena untuk satu kecamatan saja, bisa menghabiskan lebih dari 10 miliar rupiah.

Menurut Arifin, idealnya anggaran satu kecamatan untuk drainase memang lebih 10 miliar. program pdengan begitu percepatan bisa dilaksanakan.

Namun dalam penanganan itu, karena anggaran yang ada bisa disebut kecil, tim turbo pun sebutnya juga siaga untuk selalu membersihkan saluran drainase dan sungai.

“Memang ada sistem pompanisasi. Tapi itu hanya kebutuhan sesaat. Sehingga memang perlu adanya perbaikan sistem drainase. Termasuk sistem di kawasan pasa yang terdapat berbagai macam sampah,” ucap Arifin.

Pada penanganan dranase kali ini, Arifin menawarkan solusi baru. Ke depan ujarnya ketika pembuatan jalan, maka harus dibarengi dengan drainase. Hal itu belajar dari pembuatan sejumlah jalan yang ternyata tanpa saluran air.

Baca: Tata Cara Mencoblos yang Benar di TPS untuk Pilpres 2019 dan dan Pemilu, Cek Sudah Terdaftar DPT

Baca: Prediksi Skor Juventus vs Ajax Amsterdam Jelang Live Streaming Vidio.com di Liga Champions Malam ini

Sementara itu untuk kawasan pasar, sebagaimana di Jalan Pangeran Antasari yang kerab terjadi genangan, Arifin menyampaikan akan mengajak instansi setempat bekerjasama. Selain itu nantinya pada proses penyelarasan program, ia akan memasukan penanganan drainse pasar di dinasnya.

Ia pun berharap adanya partisipasi kelurahan beserta pelaku ekonomi yang ada di pasar untuk ikut serta menjaga drainase nantinya.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved