CETAK

Berwisata ke Kampung Purun Banjarbaru

Kampung Purun pun terus dibenahi agar makin menarik wisatawan. Penunjung bisa melihat bagaimana warga membuat berbagai produk purun.

Berwisata ke Kampung Purun Banjarbaru
Banjarmasinpost.co.id/Aprianto
Inilah Wisata Tematik Kampung Purun yang Alami di Kota Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Menikmati Keterampilan Acil Odah Menganyam Tas

Terik mentari siang itu tak menghalangi Faridah (40) perajin purun di Kampung Purun Banjarbaru turun ke rawa.

Perempuan paruh baya ini tampak gigih mencari tumbuhan purun di belakang rumahnya di Kelurahan Palam RT 6 Kecamatan Cempaka Banjarbaru, Rabu (10/4).

Perlahan dan tampak hati-hati, kaki telanjangnya menapaki rawa. Sementara tangannya satu persatu mencabuti tumbuhan liar itu.

Baca: Penampakan Syahrini dengan Rambut Acak-acakan, Ternyata Reino Barack Lakukan Ini pada Incess

Baca: Kapolres Tanahbumbu : Menghalangi Hak Pilih Bisa Kena Pidana dan Denda, Berikut Ancamannya

Baca: Antre di TPS Milan

Setelah terkumpul cukup banyak, purun diikat dan dipikulnya ke rumah. Selanjutnya purun dijemur hingga kering.

Purun yang sudah kering lalu diikat lagi dan kemudian dipipihkan dengan menggunakan alat tumbuk kayu. Selain menggunakan tangan, menumpuk purun bisa dilakukan menggunakan mesin.

Purun yang telah pipih itulah selanjutnya dirajut Faridah dan sejumlah warga Kampung Purun. “Menganyam tas ini sudah turun-menurun. Kami tekuni sejak kecil. Diajari ayah dan ibu kami,” kata perempuan yang kerap disapa Acil Odah ini.

Selain tas, banyak lagi kerajinan dari purun yang dibuat Faridah dan perajin lainnya. Keahlian warga kampung ini membuat kawasan ini dijadikan objek wisata tematik oleh Pemko Banjarbaru pada 2016. Daerah ini pun dinamakan Kampung Purun.

Kampung Purun pun terus dibenahi agar makin menarik wisatawan. Penunjung bisa melihat bagaimana warga membuat berbagai produk purun. Hasilnya seperti tas, tempat botol, topi, tempat pot pun bisa dibeli.

Sedikitnya ada tiga kelompok besar perajin. Pengelola Kelompok Al Firdaus Siti Mariana mengatakan pesanan terus mengalir.

Baca: Penasaran Nonton Film Porno, Siswa SD Hamili Siswi SMA di Probolinggo Hingga Melahirkan

Baca: BRI Siapkan Rp 100 Miliar untuk Pembiayaan Mobil Listrik, Targetkan Nasabah Menengah ke Atas

“Di kelompok kami ada 15 sampai 20 orang. Kalau ada orderan banyak ya dibagi-bagi,” kata dia.

Dijelaskan Siti, tas purun yang paling laku adalah tas untuk kantongan map dan buku.” Biasanya dipakai untuk peserta seminar. Jadi bukunya dimasukkan di tas purun,” kata dia.

Tas ini dijual Rp 20 ribu. Namun jika membelinya dalam jumlah banyak bisa didiskon menjadi Rp 15 ribu.

(aprianto/nurholis huda)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved