B Focus Economic

Emas, Investasi Primadona dari Tahun ke Tahun

Terutama pada 2019 ini, ketidakpastian politik dan potensi perlambatan pertumbuhan global memicu peningkatan permintaan emas.

Emas, Investasi Primadona dari Tahun ke Tahun
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Selasa (16/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Emas menjadi salah satu instrumen investasi primadona dari tahun ke tahun.

Terutama pada 2019 ini, ketidakpastian politik dan potensi perlambatan pertumbuhan global memicu peningkatan permintaan emas.

Laju inflasi biasanya membuat harga-harga barang semakin naik, dan saat tak terkendali justru akan membuat harga emas semakin mahal.

Saat ini, pelaku investasi bukan hanya dari kalangan orang yang punya banyak uang atau pengusaha padat modal.

Investasi juga bisa dilakukan oleh karyawan biasa, bahkan yang bergaji kecil sekali pun.

Ada beberapa pilihan investasi emas yang bisa dilakukan oleh karyawan dengan gaji pas-pasan.

Baca: Review Pana Cotta Dessert Factory Milik istri Syahrini dan Reino Barack dari Youtuber, Cek Harganya

Baca: Jadwal Tayang Avengers : Endgame dan Sederet Film yang Rilis Bulan April 2019 di Indonesia

Baca: Foto Adik Ahok BTP Bersama Prabowo Beredar di Medsos, Begini Penjelasan Fifi Lety Sebenarnya

Baca: Kebiasaan Buruk Cinta Penelope yang Jadi Penyebab Kena Kanker, Simak Pernyataannya Soal Suami

Area Micro & Pawning Manager Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Banjarmasin, Muhammad Denny Ramadhan menjelaskan, investasi emas terbilang investasi yang cukup rendah tingkat risikonya.

"Sekitar tahun 1990-an dengan harga Rp 4 juta sudah dapat membeli sepeda motor yang keren dan mewah. Saat itu harga emas masih sekitar Rp 20.000 per gram, dengan senilai Rp 4 juta bisa mendapatkan emas 200 gram. Jika dikonversi atau dijual di tahun sekarang, sepeda motor tersebut mungkin sangat kecil harganya, sedangkan emas yang 200 gram tersebut bisa bertambah berkali-kali lipat," urainya.

Harga emas bisa naik atau turun, pada umumnya, kenaikan emas sudah bersifat kepastian walau sedikit demi sedikit sedangkan turunnya harga emas tidak seberapa.

Karena itu harga emas akan selalu stabil.

Setiap lima tahun kenaikan emas mencapai 100 persen.

Selain gadai, BSM turut menawarkan program cicil emas bagi nasabah atau investor yang ingin berinvestasi.

Dijelaskan Denny, cicilan tersebut memiliki tenor 1-5 tahun, di awal pembelian nasabah membayar downpayment (DP) sebesar 20 persen.

Kemudian nominal angsuran per bulan disesuaikan dengan tenor yang diambil.

Emas tersebut menjadi agunan, nasabah dapat mengambilnya saat sudah lunas.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved