Berita Kesehatan

Mata Berkedut, Ternyata Bisa Gejala Kelainan Syaraf dan Otak, Begini Penjelasannya

Sesekali kita mengalami kelopak mata berkedut atau berdenyut. Kondisi ini sering dianggap sepele. Sensasi berdenyut pada kelopak mata biasanya hilang.

Mata Berkedut, Ternyata Bisa Gejala Kelainan Syaraf dan Otak, Begini Penjelasannya
kompas.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sesekali kita mengalami mata berkedut atau berdenyut. Kondisi ini sering dianggap sepele. Bahkan, kerap mengkaitkannnya dengan mitos bahwa mata berkedut pertanda mau dapat rezeki dan lainnya.

Sensasi berdenyut pada kelopak mata biasanya hilang dalam jangka waktu tertentu.

Ada beberapa mitos meliputi kondisi mata berkedut, tetapi faktanya, ketika mata kita terasa berkedut hal ini berkaitan dengan kesehatan.

Demikian yang diungkapkan oleh dokter asal New Jersey, Amerika Serikat, Hardik Soni.

Baca: Skor Akhir Watford vs Arsenal, Gol Tunggal Aubameyang Antar The Gunners ke Posisi 4

Baca: Bertekad Kalahkan Barcelona, Solskjaer Siapkan Strategi Khusus Kalahkan Messi cs

Baca: Cara Nonton Game of Thrones Season 8 di HBO Bisa via Live Streaming, Cek Juga Jadwalnya

Mengutip dari Reader's Digest, ketika mata berkedut yang terjadi sebenarnya denyut pada kelopak mata, bukan bola mata.

Mata berkedut secara medis disebut sebagai myokymia.

Myokymia terjadi karena secara spontan neuron salah menembakkan stimulasi pada otot-otot kelopak mata.

Beberapa hal yang menjadi faktor mata berkedut sebenarnya hal-hal yang sering kita alami.

Misalnya stres, serta konsumsi kafein berlebihan yang menyebabkan ada sisa kafein dalam tubuh kita.

Selain itu jika kurang cairan atau dehidrasi, mata pun bisa terasa berkedut.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved