Pengalaman Guru Mengajar di Lapas

Mengulik Cerita Para Wanita Pengajar di Lapas Banjarbaru

Mengajar di lokasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru menjadi pengalaman Yayu Yuvita yang sebelumnya tidak pernah dibayangkannya.

Mengulik Cerita Para Wanita Pengajar di Lapas Banjarbaru
(banjarmasinpost.co.id/aprianto)
Yayu saat mengajar warga binaan di Lapas Banjarbaru 

BANJARMASIN POST.CO ID, BANJARBARU - Mengajar di lokasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru menjadi pengalaman Yayu Yuvita yang sebelumnya tidak pernah dibayangkannya.

Jebolan Unlam Banjarmasin ini harus berkomunikasi secara langsung dengan 
warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru.

 Dia memberikan materi pendidikan baik untuk WBP dari paket A yang setara SD, paket B setara SMP hingga paket C serata SMA.

Baca: Berwisata ke Kampung Purun Banjarbaru

Baca: Penampakan Syahrini dengan Rambut Acak-acakan, Ternyata Reino Barack Lakukan Ini pada Incess

Baca: Suka lagu Ahmad Dhani Cinta Kau dan Dia, Dul Isyaratkan Tengah Galau Suka Dua Cewek

Sebagai pengajar di Lapas Banjarbaru, bukan perkara mudah. Yayu harus berhadapan dengan para warga binaan yang sebelumnya telah bermasalah dengan hukum.

Beragam karakteristik para warga binaan harus menjadi tantangan tersendiri bagi Yayu saat mengajari mereka ilmu pengetahuan.

"Kesempatan langka bisa mengajar di Lapas Banjarbaru yang mungkin tidak bisa dirasakan oleh pengejar lainnya," katanya, kemarin.

Meski dengan keterbatasan dan dalam kondisi tidak bebas, dikatakan Yayu, para WBP cukup bersemangat dalam belajar (banjarmasinpost.co.id/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved