Inspirasi

Sempat Dianggap Anak Bawang, Kini Jadi Wanita Pertama Pimpin Cabang Kalselteng PT MBSS

Jika saja Dwi Drajatiningtyas berpuas diri dengan jabatan sekretaris, mungkin karirnya tak segemilang sekarang. Syukurlah ia berani memutuskan pilihan

Sempat Dianggap Anak Bawang, Kini Jadi Wanita Pertama Pimpin Cabang Kalselteng PT MBSS
(banjarmasinpost.co.id/salmah)
Dwi Drajatiningtyas Site Manager Kalselteng PT MBSS 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Jika saja Dwi Drajatiningtyas berpuas diri dengan jabatan sekretaris, mungkin karirnya tak segemilang sekarang. Syukurlah ia berani memutuskan pilihan hingga kemudian menduduki jabatan tinggi di perusahaan.

Awal diterima kerja pada 2003, ia ditempatkan sebagai admin PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) Cabang Kalselteng, perusahaan penyedia solusi logistik dan transportasi laut untuk bahan curah terutama batubara.

Tak lama kemudian sebagai sekretaris. Tapi ia tidak suka pekerjaan itu dan minta ditempatkan di bagian lain.

Baca: Dukung Jokowi dan Prabowo, Paman dan Ponakan Taruhan Tanah 1 Hektare Dalam Pilpres 2019

Baca: Begini Tips Agar Tak Alami Gangguan Jiwa dari Direktur RSJD Sambang Lihum

Baca: Pernyataan Mischa Chandrawinata Soal Ranty Maria Saat Jelang Pernikahan Ammar Zoni dan Irish Bella

Perpindahannya dari ruang kerja di kantor ke bagian lapangan ternyata banyak memberi manfaat.

Tugasnya antara lain pengaturan rute kapal, checking ke atas kapal, atur shipment, pengiriman, ya semua kerja lapangan dikerjakan.

Memang idealnya orang lapangan itu basic-nya teknikal, bukan ilmu manajemen seperti dirinya. Namun berbagai bidang di lapangan digeluti dan banyak ilmu pengetahuan teknis dan wawasan yang didapat.

"Prinsip saya, kita akan bisa kalau kita mau belajar. Bagi saya, bekerja itu tidak semata untuk perusahaan tapi juga untuk diri sendiri, mencari kepuasan diri. Maka saya tekadkan, harus bisa!" ujarnya.

Syukurlah ia punya rekan kerja yang tidak pelit ilmu, saya sering tanya tentang mesin kapal dan seluk beluk kapal. Ikut perbaikan lintas kapal. Belajar banyaklah pokoknya.

Apalagi atasannya adalah kalangan ekspatriat (pekerja bule) asal Australia, Selandia Baru dan India yang juga mau berbagi ilmu, asalkan kita serius.

Secara garis besarnya ia paham tentang kapal, meskipun tidak terlalu detil. Seperti halnya seputar mesin yang menjadi jantung sebuah kapal.

Halaman
12
Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved