Pemilu 2019

Telat Menjalani Perekaman KTP-el, Puluhan Napi Lapas Karangintan Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

Kendati Mahkamah Konstitusi menyatakan warga bisa menggunakan hak pilihnya hanya dengan memperlihatkan surat keterangan (suket) perekaman KTP

Telat Menjalani Perekaman KTP-el, Puluhan Napi Lapas Karangintan Tak Bisa Gunakan Hak Pilih
BPost Cetak
BPost edisi cetak Selasa (16/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kendati Mahkamah Konstitusi menyatakan warga bisa menggunakan hak pilihnya hanya dengan memperlihatkan surat keterangan (suket) perekaman KTP elektronik, sekitar 50 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas 2A Karangintan Kabupaten Banjar bakal tak bisa mencoblos pada Rabu (17/4).

Itu lantaran mereka telat menjalani perekaman.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banjar menyatakan para warga binaan itu menjalani perekaman pada H-7 ketika pihaknya tak lagi diperkenankan memproses formulir A5.

Mengenai hal itu, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Dinas Dukcapil Banjar Yusi Ansyari Nihe menegaskan kegiatan perekaman yang dilakukan pihaknya tak semata-mata untuk keperluan pemilu.

Baca: Foto Adik Ahok BTP Bersama Prabowo Beredar di Medsos, Begini Penjelasan Fifi Lety Sebenarnya

Baca: Grogi Luna Maya Saat Jumpa Ariel NOAH di Panggung, Suami Nagita Slavina, Raffi Ahmad Lakukan Ini

Baca: Penampakan Syahrini dengan Rambut Acak-acakan, Ternyata Reino Barack Lakukan Ini pada Incess

Baca: Suka lagu Ahmad Dhani Cinta Kau dan Dia, Dul Isyaratkan Tengah Galau Suka Dua Cewek

Lebih dari itu, perekaman untuk membantu masyarakat mengurus administrasi kependudukan.

"Kalau kemudian ternyata perekaman yang kami lakukan tak terakomodir oleh KPUD, itu hal berbeda. Tujuan kami adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat," tandas Yusi, Senin (15/4).

Dia menerangkan perekaman yang dilakukan pihaknya juga disesuaikan dengan perencanaan, termasuk tempat, waktu serta anggaran.

Namun demikian, Yusi mengaku perekaman di Lapas Karangintan memang tak lancar.

"Jaringan internetnya lelet, koneksi sering terputus sehingga cukup menyita waktu," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved