B Focus Banua Anam

Direksi Mencari Langsung Spesialis Jantung ke Pulau Jawa, ini Fasilitas yang Ditawarkan

BANYAK penderita penyakit jantung di Kabupaten HST, membuat RSUD H Damanhuri mencari dokter spesialis jantung.

Direksi Mencari Langsung Spesialis Jantung ke Pulau Jawa, ini Fasilitas yang Ditawarkan
BPost Cetak
B Focus edisi cetak (17/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - BANYAK penderita penyakit jantung di Kabupaten HST, membuat RSUD H Damanhuri mencari dokter spesialis jantung.

Meski tak ada rekrutmen spesialis jantung, direksinya berupaya mencari langsung melalui center pendidikan spesialis dokter di Pulau Jawa.

"Kalau ada dokter yang baru selesai pendidikan, langsung kami tawarkan. Apa saja kelebihan dan kekurangan di RSUD H Damanhuri, mereka harus tahu," kata Direktur RSUD H Damanhuri, Muhammad Asnal.

Rencananya, jika ada yang berminat akan diberikan fasilitas berupa gaji pokok, tunjangan, jasa medik (remunerasi), rumah, hingga mobil dinas.

"Jika bukan PNS, maka sistem kontrak. Akan dikontrak selama setahun dan dievaluasi. Jika sudah PNS, hanya perlu pindah," katanya.

Baca: Karir Ahmad Dhani Akan Melejit Diungkap Sosok Ini, Putra Maia Estianty Bangga ke Suami Mulan Jameela

Baca: Terganjal Aturan, Pasien dari Damanhuri Tak Bisa Dirujuk ke RSUD Brigjend h Hasan Basry

Baca: Ustadz Abdul Somad Bagikan Doa Sebelum Mencoblos di Pilpres 2019 yang Bagian Pemilu 2019

Baca: Pengakuan Memalukan Boy William pada Rossa, Mantan Pacar Ivan Gunawan Bereaksi Tak Terduga

Sebenarnya, sudah ada 12 spesialis di RSUD H Damanhuri.

Bahkan, remunerasinya cukup tinggi.

Disebutkan, spesialis bedah, penyakit dalam, anak dan kandungan, diberikan hingga Rp 30 juta.

Spesialis pendukung, anastesi, minimal Rp 25 juta.

"Seperti itu yang kami tawarkan agar menarik minat. Itu yang membedakan di daerah dengan perkotaan. Perkotaan mungkin bisa membuka praktik," jelasnya.

Dikatakannya, jasa medik atau remunerasi diberikan berdasarkan keuntungan rumah sakit.

Selain menawarkan dan mencari dokter spesialis ke center pendidikan, Asnal berharap pemerintah mau menyekolahkan putra daerah agar bisa mengabdi di daerah.

"Kalau seperti itu, tidak tergantung mencari atau pemberian daerah lain," pungkasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved