Pemilu 2019

DPD PKS Banjarmasin Menyiapkan 1.879 Saksi, Beberapa TPS ini Mendapat Perhatian Khusus

Penempatan relawan pemantau juga dilakukan pendatang baru, Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

DPD PKS Banjarmasin Menyiapkan 1.879 Saksi, Beberapa TPS ini Mendapat Perhatian Khusus
BPost Cetak
BPost cetak edisi Rabu (17/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penempatan relawan pemantau juga dilakukan pendatang baru, Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Target PSI empat persen suara dan Jokowi presidennya,” kata Ketua DPW PSI Kalsel Yogi Adhiatma.

DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banjarmasin menyiapkan 1.879 saksi, saksi cadangan termasuk dari kalangan relawan.

Ketua DPD PKS Banjarmasin Hendra mengatakan ada beberapa kawasan akan mendapat perhatian khusus karena dinilai rawan.

Di antaranya TPS di Alalak Utara, Alalak Tengah, Sungaiandai dan Sungaijingah.

Baca: Ustadz Abdul Somad Bagikan Doa Sebelum Mencoblos di Pilpres 2019 yang Bagian Pemilu 2019

Baca: Perbedaan Keluarga Maia Estianty dan Ahmad Dhani Soal Nyoblos Pilpres 2019, Suami Mulan Jameela?

Baca: Cara dan Tips Membersihkan Tinta Habis Mencoblos di Pemilu 2019 (Pilpres 2019), Mudah dan Praktis!

Baca: Terdaftar Namanya di DPT, Ahmad Dhani dan Vanessa Angel Akan Nyoblos di Rutan Medaeng

"TPS tertutup akan kami maksimalkan penjagaannya, karena sangat rawan. Kami juga sudah komunikasi dengan kawan-kawan relawan 02, memaksimalkan sistem IT di lapangan, serta bekerjasama dengan kawan-kawan dari Partai Koalisi,” kata Hendra.

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kalsel juga melakukan lakukan hal serupa.

Sekretaris DPP PKPI Kalsel, Ahmad Zaki, mengatakan pihaknya menyiapkan 100 saksi dan pemantau eksternal pada hari pencoblosan.

"Kami ikut kawal dengan saksi independen kami khususnya di daerah pegunungan dan perbukitan dimana akses dan transportasinya sulit,” kata Zaki.

Namun tujuan utama penempatan saksi dan pemantau tambahan ini, menurut Zaki, adalah untuk pengumpul data riil dan analisis untuk internal.

Sedangkan Sekretaris DPD PDIP Kalsel H Supiansyah mengatakan pihaknya tidak menyiapkan saksi di luar saksi partai di dalam TPS.
Dia percaya dan menyerahkan sepenuhnya penghitungan suara kepada penyelenggara dan pengawas pemilu.

"Orang yang terlalu khawatir ada kecurangan adalah orang yang sudah merasa dirinya kalah. Sudah jelas saksi kami ada, pengawas pemilu ada di situ, apa lagi yang ditakutkan," kata Supiansyah.

Sedangkan Ketua DPW PPP Kalsel Aditya Mufti Arifin mengungkapan pihaknya juga menurunkan saksi ke semua TPS namun jumlahnya terbatas.

"Dana partai terbatas. Kalau dulu satu TPS bisa dua saksi, sekarang satu saja," paparnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved