Cetak BPost

Dua Bulan Menahan Kangen Anak

Lita adalah salah seorang peserta kompetisi memasak Masterchef Indonesia 2019, yang rutin ditayangkan di RCTI setiap Sabtu dan Minggu sore.

Dua Bulan Menahan Kangen Anak
Banjarmasipost
Banjarmasipost Edisi Rabu (17/4)

BANJARMASINPOST.CO.ID -  Nama ibu muda asal Banjarbaru ini belakangan melejit. Yulita Intan Sari yang akrab disapa Lita menjadi pembicaraan pemerhati kuliner Tanah Air. Itu karena Lita adalah salah seorang peserta kompetisi memasak Masterchef Indonesia 2019, yang rutin ditayangkan di RCTI setiap Sabtu dan Minggu sore.

Lita saat ini berada di babak 10 besar. Dengan demikian perjuangannya untuk bisa menjadi The Next Masterchef Indonesia 2019 semakin dekat. Namun itu tentu tidak mudah. Selain bersaing dengan ahli masak lainnya, Lita pun harus rela meninggalkan suami Nanda serta kedua anak mereka yakni Bhumi dan Kyandra.

Sejak beberapa bulan terakhir, Lita harus menjalani karantina bersama kontestan lain. Seperti karantina pada umumnya, Lita harus fokus menjalani aktivitas. Oleh karena itu dia pun tak bisa setiap waktu berkomunikasi dengan keluarga.

“Handphone dikasih cuma saat weekend atau saat tidak ada jadwal syuting. Itu pun jam-jam tertentu saja,” ujar Lita,, kemarin.

Jauh dari keluarga membuat Lita kerap dilanda rindu. “Kalau sudah pegang handphone, yang pertama pasti video call sama anak, ngabarin suami dan keluarga. Sambil mengecek medsos juga,” jelas perempuan berusia 29 tahun ini.

Baca: Memanfaatkan Peluang Kredit Program di Kalsel

Baca: Ayo, Jangan Golput!

Baca: Pasar Ahad Kertak Hanyar Perlu Pembenahan

Baca: Kapan Sertifikat Tanah Dibagikan

Rindu anak merupakan hal yang paling berat baginya selama menjalani masa karantina. “Rindu ke suami masih bisa ditahan, tapi yang paling berat ke anak-anak. Sampai-sampai kalau lihat anak kecil yang seumuran anakku, aku bisa langsung menangis, ingat anak di rumah,” ujarnya.

Malah Lita pun sempat menangis dalam episode terakhir, saat mengikuti pressure test pertama kalinya.

Karantina dijalani Lita sejak babak boothcamp, yakni memasuki 55 besar. Dengan demikian, setidaknya Lita sudah menjalani karantina sekitar dua bulan. Sejak itu pula dia belum ada kesempatan bertemu anak dan suami.

Sampai kapan? Lita tak mengetahui pasti. “Mungkin sampai tereliminasi, baru pulang,” katanya.

Disinggung mengenai motivasinya mengikuti kompetisi ini, Lita mengatakan karena ingin menunjukkan bahwa makanan sederhana pun bisa menjadi sangat berharga.

“Dengan dasar saya yang seorang ibu rumah tangga, tidak pernah mengenyam pendidikan sedikitpun tentang dunia kuliner dan otodidak dalam hal masak-memasak, saya beranikan diri mengikuti ajang besar ini. Saya ingin membuka pikiran bahwa tidak ada yang salah dengan makanan sederhana. Jangan merasa rendah diri karena kita hanya bisa mengolah makanan untuk keluarga. No One is Born a Great Cook, One Learns By Doing,” pungkasnya. (ran)

Penulis: Frans
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved