Berita Banjarbaru

Ini Penjelasan KPU Banjarbaru Soal Laporan Kekurangan Kertas Surat Suara di TPS Banjarbaru

Secara keseluruhan terkait kekurangan surat suara itu kata KPU Banjarbaru, problemnya adalah di Daftar Pemilihan Tetap Tambahan (DPTb).

Ini Penjelasan KPU Banjarbaru Soal Laporan Kekurangan Kertas Surat Suara di TPS Banjarbaru
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Petugas lipat suara Pileg dan Pilpres 2019 di KPU Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Terkait dengan laporan adanya kekurangan surat suara yang sempat terjadi di TPS 08 Kelurahan Landasan Ulin Selatan Kecamatan Lianganggang, dijawab oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Banjarbaru.

Menurut Ketua KPU Kota Banjarbaru, Hegar Wahyu Hidayat, secara keseluruhan terkait kekurangan surat suara itu Problemnya adalah di Daftar Pemilihan Tetap Tambahan (DPTb).

Dimana dengan keputusan MK untuk memperpanjang jangka waktu DPTb itu menjadi banyaknya orang mengurus pindah pemilih.

"Sementara KPU terbatas untuk pengadaan surat suara untuk DPTb,
Jadi surat suara yang digunakan adalah surat suara untuk DPT plus 20 persen. Makanya ada banyak laporan yang kekurangan. Surat suara di lapangan," kata Hegar Wahyu Hidayat.

Hal itu, karena surat suara untuk DPT dipakai untuk DPTb dan pemilih Daftar Pemilih Khusus (DPK)." Itu yang membuat dilapangan kekurangan surat suara, " sebutnya.

Baca: Kapolda Irjen Yazid Fanani Sebut Kondisi Pilpres 2019 dan PIleg 2019 di Kalsel Kondusif

Baca: Prabowo-Sandi Sementara Unggul di HSU dengan 67,36 Persen, Jokowi-Maruf Amin 22,6 Persen

Solusi langkah di lapangan yang diambil, kata Hegar, sesuai mekanisme, ketika ada kekurangan maka akan dipenuhi dari KPU setempat.

"Tapi jika stok di KPU setempat surat suara habis, maka dibenarkan TPS yang kekurangan mengambil surat suara di tetangga TPS asal satu Daerah Pemilihan," kata Hegar.

Seperti diberitakan banjarmasinpost.co.id, Pemilihan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 08 Kelurahan Landasan Ulin Selatan Kecamatan Lik Lianganggang, Banjarbaru sempat dijeda satu jam lebih. Hal itu karena kekurangan surat suara untuk kertas DPR RI.

Seharusnya di DPT TPS 08 ada sebanyak 94 dan ternyata yang tersedia hanya 46 surat suara DPRRI.
Jadi kurang ada sekitar 48 surat suara untuk DPRRI.

Anggota KPPS di TPS 08, Kelurahan Landasan Ulin Selatan Kecamatan Lianganggang, Rabianto membenarkan nya.

"Tadinya Pemilihan dimulai pukul 07.00 Wita, kemudian setelah dihitung Surat Suara, untuk DPRR RI, kurang. Kurangnya cukup banyak yakni separuh lebih. Jadi kurang ada sekitar 48 surat suara untuk DPRRI," kata dia.

Baca: Ini Yang Dilakukan Tokoh Adat Dayak Meratus di Desa Kiyu Batang Alai HST Sebelum Pemilu 2019

Baca: UPDATED Hasil Quick Count Litbang Kompas 85,54 % Pilpres 2019 & Pemilu 2019 Live Streaming Kompas TV

Karena itu, sambungnya, disepakati Pemilihan dilangsungkan sementara sampai surat suara habis.
Sekitar pukul 09.00 wita surat suara DPRR RI. Habis sehingga pemilihan dijeda karena masih menunggu Suara DPRRI tambahan yang datang.

"Kemudian dilanjutkan lagi pukul 10.15 Wita. Dilanjutkan lagi setelah ada surat suara dilengkapi. Hingga kini sudah lancar lagi," kata dia.

Salah satu, saksi dari PPP, Abdul Ghani sempat jika kaget ketika dihitung kurang. "Kami juga bersepakat dengan KPPS untuk menunggu kertas suara yang kurang hingga dipenuhi," kata Abdul Ghani. (Banjarmasinpost.co.id /Lis).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved