Berita Tabalong

Perjuangan Anggota Polsek Muara Uya Sukseskan Pemilu 2019 di Desa Terpencil Tabalong

Sejak Senin (15/04/2019) amggota Polsek Muara Uya sudah mendistribusikan logistik ke desa desa terpencil seperti Desa Salikung dan Sungai Kumap.

Perjuangan Anggota Polsek Muara Uya Sukseskan Pemilu 2019 di Desa Terpencil Tabalong
HO/Polsek Muara Uya
Petugas Polsek Muara Uya mengantar logistik Pemilu 2019 ke desa terpencil di Tabalong dan membawa kembali ke Kecamatan untuk diserahkan ke KPU Tabalong, Rabu (17/4/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Polsek Muara Uya membantu dan mengawal proses pemilu, dari mulai pendistribuasian logistik hingga membawa kembali ke KPU.

Sejak Senin (15/04/2019) anggota Polsek Muara Uya sudah mendistribusikan logistik ke desa desa terpencil seperti Desa Salikung dan Sungai Kumap.

Kapolsek Muara Uya Iptu Supriyadi memimpin langsung kegiatan dan juga didampingi oleh Kanit Reskrim Aiptu Adi Lesmono, Kanit Provost Aipda Teguh Aipda Teguh Rajiman, Bhabinkamtibmas Desa sungai kumap Bripka Heru Suryanto, BKO PAM TPS dari Polres tabalong Aipda Joko, Bhabinsa Desa sungai kumap Serda Imam Supingi, PPL Adul, Anggota PPK Kecamatan Muara Uya Irhami.

Iptu Supriyadi mengatakan perjuangan perjalanan para anggota luar biasa, mengingat selain jalan yang rusak dan becek juga lokasi yang jauh.

Baca: Prabowo-Sandi Sementara Unggul di HSU dengan 67,36 Persen, Jokowi-Maruf Amin 22,6 Persen

Baca: Didi Rasakan Pemilu di Rutan Polsek Piani, Tapin, Dibekuk Polisi karena Mengedarkan Sabu

"Kami menggunakan kendaraan roda dua jenis trail agar bisa melewati jalan yang becek, jika menggunakan sepeda motor biasa akan lebih sulit," ujarnya.

Untuk Desa Salikung terholong dalam TPS yang rawan karena lokasi yanh sangat jauh. Sehingga untuk menjaga satu TPS terdapat dua anggota kepolisian.

Petugas Polsek Muara Uya tiba di desa terpencil Tabalong dan membawa kembali ke KPU Tabalong
Petugas Polsek Muara Uya tiba di desa terpencil Tabalong dan membawa kembali ke KPU Tabalong (HO/Polsek Muara Uya)

Perjuangan para anggota tak berhenti sampai disitu, mereka juha akan kembali berjuang dalam membawa logistik kembali ke KPU. Logistik yang dibawa kembali juga memerlukan pengamanan yang ketat.

Setelah selesai penghitungan suara akan dibawa lagi ke kecamatan dan diserahkan ke KPU Kabupaten Tabalong.

Dalam perjalanan anggota harus berjuang menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh di lahan berlumpur. Baju kotor penuh dengan tanah bikan menjadi soal bagi seluruh anggota. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved