Advertorial RS Al Mansyur Medika

RS Al Mansyur Medika Miliki IPAL Teknologi Terbaru, Hasil Prosesnya Bisa Digunakan untuk ini

Rumah Sakit Al Mansyur Medika memiliki Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dengan teknologi terbaru sistem Solar Cell/Panel Surya.

RS Al Mansyur Medika Miliki IPAL Teknologi Terbaru, Hasil Prosesnya Bisa Digunakan untuk ini
banjarmasinpost.co.id/aprianto
IPAL dengan teknologi terbaru tenaga Surya RS Al Medika diresmikan 

BANJARMASINPOST.CO ID, BANJARBARU - Rumah Sakit Al Mansyur Medika memiliki Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dengan teknologi terbaru sistem Solar Cell/Panel Surya.

IPAL ini diresmikan secara langsung oleh Owner AL Mansyur Medika H Mansyur yang juga dihadiri Direktur RS Al Mansyur Medika Hj Nur Lenny Saleh, Selasa, (16/4).

IPAL RS Al Mansyur ini mampu memproses air limbah menjadi air yang jernih.

Hasil proses IPAL ini bahkan bisa digunakan untuk menyiram tanaman.

IPAL RS Al Mansyur Medika
IPAL RS Al Mansyur Medika (banjarmasinpost.co.id/aprianto)

Tidak hanya itu, air hasil dari Limbah IPAL juga sudah diuji coba dengan ikan.

Air hasil proses IPAL ternyata mampu digunakan untuk kolam mini ikan dan ikan bisa bertahan hidup.

IPAL baru yang dibangun ini sudah menggunakan teknologi terbaru dengan sistem Solar Cell/Panel Surya, Reverses Osmosis (RO), Ultraviolet Ligth (UV), Nano Filter, Sand Carbon Active Filter,
Aerob dan Anaerob.

Direktur RS Al Mansyur Medika Hj Nur Lenny Saleh mengatakan IPAL yang dibangun sudah menggunakan teknologi yang canggih.

"Melihat kondisi di Kalsel, IPAL yang kita bangun menggunakan panel Surya sehingga hemat listrik dan ramah lingkungan," katanya, Selasa, (16/4).

IPAL RS AL Mansyur Medika dioperasikan
IPAL RS AL Mansyur Medika dioperasikan (banjarmasinpost.co.id/aprianto)

Dalam satu hari, IPAL itu mampu memproduksi limbah rumah sakit bentuk cair baik dari limbah Laundry, kamar operasi, laboratorium, limbah dapur yang berbentuk cair.

"Dalam satu hari kapasitas produksi IPAL baru ini bisa memproses limbah mencapai 15 kubik perhari atau 15 ribu liter limbah cair," katanya.

Rey Zebua selaku Owner Global Fasco mengatakan bahwa IPAL dengan panel tenaga surya itu menggunakan sistem sensor dan sistem digital.

"Setelah tangki penuh, maka secara otomatis IPAL akan menyala. Daya tampung listriknya mencapai 3000 Watt dan memiliki mesin penyimpan dan alat indikatornya," jelasnya.

Dia mengklaim bahwa IPAL dengan panel Surya dengan sistem otomatis itu satu-satunya di Indonesia dengan hasil air yang begitu jernih.

"Hasilnya begitu jernih. Air hasil proses IPAL juga tidak berbau meski dari cairan limbah. Bisa digunakan untuk menyiram tanaman. Selain itu, indikator bahwa air dari proses IPAL tidak berbahaya dengan bukti ikan bisa hidup dengan air proses IPAL," jelasnya. (AOL/*)

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved