B Focus Banua Anam

RSUD Damanhuri Bakal Tak Memiliki Dokter Jantung, ini Risikonya bagi Pasien

Masa kerja dokter spesialis jantung yang berstatus residen di RSUD H Damanhuri di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), berakhir pada 27 Mei

RSUD Damanhuri Bakal Tak Memiliki Dokter Jantung, ini Risikonya bagi Pasien
BPost Cetak
B Focus edisi cetak (17/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Masa kerja dokter spesialis jantung yang berstatus residen di RSUD H Damanhuri di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), berakhir pada 27 Mei mendatang.

Artinya, jika habis masa kerja dokter bersangkutan, maka RSUD H Damanhuri terancam tak memiliki dokter spesialis jantung.

Padahal setiap hari, pasien jantung yang datang untuk berobat membeludak.

Baca: Pengakuan Memalukan Boy William pada Rossa, Mantan Pacar Ivan Gunawan Bereaksi Tak Terduga

Baca: Ustadz Abdul Somad Bagikan Doa Sebelum Mencoblos di Pilpres 2019 yang Bagian Pemilu 2019

Baca: Perbedaan Keluarga Maia Estianty dan Ahmad Dhani Soal Nyoblos Pilpres 2019, Suami Mulan Jameela?

Terpaksa, diberlakukan pembatasan, 30 pasien per hari.

Jika tak ada dokter spesialis jantung, warga HST terancam bakal dirujuk ke RSUD H Kasim Badaruddin di Tanjung, Kabupaten Tabalong.

Sebab, rumah sakit ini memiliki dokter spesialis jantung.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved