Berita Kabupaten Banjar

Suskseskan Program PTSL, Petugas BPN Banjar Sulit Cari Patok Batas Tanah Karena Genangan Air

Badan Pertanahan Kabupaten Banjar berupaya keras mensukseskan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Banjar 2019.

Suskseskan Program PTSL, Petugas BPN Banjar Sulit Cari Patok Batas Tanah Karena Genangan Air
Banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Kepala BPN Kabupaten Banjar, Amran Simatupang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Hujan deras yang terjadi beberapa pekan terakhir di Kabupaten Banjar, membuat beberapa kawasan tergenang air. Patok batas tanah pun ikut tenggelam sehingga menyebabkan petugas BPN Banjar kesulitan dalam melakukan pengukuran.

Badan Pertanahan Kabupaten Banjar berupaya keras mensukseskan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Banjar 2019.

BPN Kabupaten Banjar pada 2019 ini menargetkan memroses pensertifikatan 9 ribu bidang tanah, dan sesuai DIPA target untuk Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk pengukuran bidang yang dilakukan ASN BPN ada lima ribu bidang terdiri di Kecamatan Simpangempat Desa Paku, Kecamatan Cintapuridarussalam, Desa Garishanyar, Kecamatan Mataraman Desa Takuti, Kecamatan Martapura Barat meliputi Desa Sungairangas Ulu, Sungairangas Hambuku dan Sungairangas Tengah, Desa Pasar Jati dan Kiram.

"Daerah yang tergenang sehingga patok batas tanah tenggelam di Desa Paku dan Desa Takuti, sebagian di Desa Garishanyar, karena merupakan satu hamparan," kata Kepala BPN Banjar, Amran Simatupang.

Baca: Pemain Barito Rizky Pora Cs Kunjungi TPS Unik di Sungai Andai Banjarmasin, Begini Reaksinya

Dia juga mengatakan, karena hujan deras dan air pasang sehingga petugasnya kesulitan menemukan patok batas tanah dan tidak bisa melakukan pengukuran di daerah yang sedari awal sudah ditetapkan.

Berdasarkan perkiraan, air baru surut pada Agustus 2019, maka jika menunggu surut pihaknya khawatir program PTSL bisa tidak capai target.

Sembari menunggu genangan air surut, maka pihaknya memperluas cakupan yakni menambah dua desa, yakni Kiram dan Pasar Jati. Dengan harapan, target program PTSL di 2019 ini bisa tercapai seperti tahun 2018 lalu bahkan diboleh dibilang melebihi target.

"Waktunya semakin mepet dan kami tidak bisa terfokus menunggu genangan air surut di Desa Paku dan Desa Takuti saja, karena juga mengejar target. Tetapi nantinya jika surut barulah kami lakukan pengukuran," imbuhnya.

Pihaknya pun sudah melakukan sosialisasi di Desa Kiram dan Pasar Jati, dengan rincian untuk Desa Kiram sebanyak 500 sertifikat dan di Pasar Jati sebanyak 865 sertifikat.

Baca: Ini Penjelasan KPU Banjar Satu DPT Satu TPS Dalam Lapas Perempuan Kelas II A Martapura

"Berharap dukungan masyarakat dan Pemkab agar PTSL bisa mencapai lima ribu sertifikat, karena ini sudah menasuki pertengahan 2019. Sampai saat ini sudah melakukan pengukuran di 1.806 titik, sertifkat baru terbit 377 sertifikat karena perlu proses-proses pemberkasan dan baru pengumuman selama 14 hari, menunggu proses pemberkasan inilah yang agak lama," jelasnya lagi.

Adapun capaian kinerja BPN Kabupaten Banjar untuk Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di 2018 yang sudah melebihi target, yakni 112 persen dari yang ditargetkan yakni 20.300.

Pembuatan sertifikat sepanjang 2018 sebanyak 17.200, kemudian ada klasifikasi-klasifikasi seperti K1 yakni yang bisa diproses sampai sertifikat sebanyak 10.565, K2 yakni terkait sengketa tidak ada, K3 yakni tidak bisa terbit sertifikat karena masuk sepadan pinggir sungai sebanyak 7.601, ada K4 yakni sertifikat yang sudah diterbitkan tetapi belum masuk dalam sistem sebanyak 6.471.

Camat Mataraman, Ahmad Rubaini mengatakan, genangan air terjadi banyak di kawasan hamparan seperti persawahan. Dirinya membenarkan untuk Desa Takuti didominasi hamparan dan ada wilayah persawahan.

"Biasanya surut atau kering bila memasuki musim kemarau," pungkas Ahmad Rubaini. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved