Berita Kalteng

Aktivas Penambangan Galiar C dan Truk Pasir di Palangkaraya Jadi Sorotan Kalangan DPRD Kalteng

Operasional truk pengangkut pasir yang merusak jalan umum serta mengganggu pengebdara sepeda motomr endapat sorotan kalangan DPRD Kalteng.

Aktivas Penambangan Galiar C dan Truk Pasir di Palangkaraya Jadi Sorotan Kalangan DPRD Kalteng
tribunkalteng.com/faturahman
Tambang Pasir Galian C di Palangkaraya yang sudah jadi danau. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Operasional truk pengangkut pasir yang merusak jalan umum serta mengganggu pengebdara sepeda motor di Kota Palangkaraya, saat beroperasi di jalan umum, juga mendapat sorotan kalangan DPRD Kalteng.

Sejumlah anggota DPRD Kalteng sebelumnya sempat melakukan pemantauan ke lokasi tempat penambangan galian C di Palangkaraya.

Salah satu anggota DPRD Kalteng dari Komisi B (bidang tambang dan perkebunan), Ergan Tunjung, mengakui bahwa saat dia melakukan kunjunga ke kawasan tambang pasir di Jalan Tjilik Riwut km 38, mendengar keluhan warga terkait operasional tambang galian C yang beluk tertib tersebut,sehingga perlu dilakukan perbaikan segera.

Menurut Ergan, dulunya pengelolaan tambang galian C tersebut memang dikelola Pemko Palangkaraya, namun setelah adanya kebijakan baru dari Pemerintah Pusat, pengelolaan tambang galian C saat ini sudah jadi tanggungjawab Pemprov Kalteng.

Baca: Warga Palangkaraya Keluhkan Truk Angkutan Pasir, Rusak Jalan Permukiman dan Ganggu Pengendara

Namun sayangnya, sebut dia seiring pengalihan kewenangan tersebut belum ada aturan baru yang mengatur angkutan galian c tersebut, termasuk ketentuan pengelolaan galian c, sehingga saat ini lahan di pinggiran kota Palangkaraya banyak berubah jadi danau bekas galian pasir yang belum di reklamasi.

Truk mengangkut pasir melintas di Kota Palangkaraya membuat jalan berdebu.
Truk mengangkut pasir melintas di Kota Palangkaraya membuat jalan berdebu. (tribunkalteng.com/faturahman)

"Saya berharap akan ada pertemuan membahas masalah ini, terutama mengatur tentang reklamsi bekas galian C, jarak penggalian pasir dari jalan rata serta penggunaan jalan khusus untuk angkutan pasir sehingga operasionalnya tidak dikeluhkan warga, karena merusak jalan permukiman," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved