PIlpres 2019

Hanya Ada 2 Surat Suara dan Satu Pemilih di Lapas Perempuan Martapura, Bupati Banjar Kecewa

Padahal di sana ada 70 pegawai dan 272 narapidana yang sudah melakukan perekaman KTP Elektronik. Ternyata mereka tak bisa menggunakan hak pilihnya.

Hanya Ada 2 Surat Suara dan Satu Pemilih di Lapas Perempuan Martapura, Bupati Banjar Kecewa
capture/banjarmasin post
Harian Banjarmasin Post Edisi 18 April 2019, Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kekecewaan terlihat dari wajah Bupati Banjar H Khalilurrahman. Itu setelah dia tiba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan di Jalan Pintu Air Martapura, Rabu (17/4/2019).

Ternyata Tempat Pemungutan Suara (TPS) 31 yang hendak dipantaunya bersama Dandim 1006/Martapura Letkol Arm, Siswo Budiarto hanya punya satu pemilih. Itu terlihat di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Padahal di sana ada 70 pegawai dan 272 narapidana yang sudah melakukan perekaman KTP Elektronik. Ternyata mereka tak bisa menggunakan hak pilihnya.

Bupati yang akrab disapa Guru Khalil itu pun meminta penjelasan Kepala Badan Kesbangpol Banjar H Aslam. Aslam pun berupaya memanggil Komisioner KPU Banjar untuk memberikan penjelasan.

Kepala Lapas Perempuan Yuneningsih mengatakan pihaknya sudah berupaya dari awal agar pegawai lapas dan warga binaan yang sudah melakukan perekaman KTP bisa menggunakan hak pilihnya.

Baca: BJ Habibie MInta Masyarakat Bergandengan Tangan Tunggu Hasil Perhitungan Resmi KPU

Baca: Jokowi Tunggu Hasil Perhitungan Resmi, KPU Tetapkan Hasil Pemilu Paling Lambat 22 Mei

Baca: Usai Difitnah Karena Dukung Prabowo, Kini Handphone Ustadz Abdul Somad Dibajak untuk Menipu

Dia sudah melaporkan ke Disdukcapil dan KPU Banjar. Namun ternyata hasil perekaman KTP tidak terlaporkan ke KPU. Warga binaan yang masuk daftar pemilih tambahan cuma ada 19 orang.

“Akhirnya menunggu surat suara sisa dari TPS di luar lapas. Namun ternyata surat suara yang tiba cuma ada dua,” kata Yuneningsih yang didampingi Ketua TPS Lapas Perempuan Nurul Fitriah.

Yuneningsih pun menjelaskan warga binaan yang melakukan proses KTP sebanyak 414 orang. Namun yang bisa melakukan perekaman hanya 272 orang. Itu pun hanya satu orang yakni napi warga Tanjungrema Martapura yang dapat menggunakan hak pilihnya.

Bupati Banjar, H Khalilurrahman saat mengunjungi TPS Lapas Perempuan di Jalan Pintu Air Martapura Kabupaten Banjar sempat tertawa ketus begitu mengetahui Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Lapas itu hanya satu orang
Bupati Banjar, H Khalilurrahman saat mengunjungi TPS Lapas Perempuan di Jalan Pintu Air Martapura Kabupaten Banjar sempat tertawa ketus begitu mengetahui Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Lapas itu hanya satu orang (banjarmasinpost.co.id/hasby suhaily)

Komisioner Divisi Data dan Informasi KPU Banjar Muslihah begitu tiba di Lapas Perempuan Martapura menjelaskan pihaknya tidak bisa memasukkan warga binaan yang telah melakukan perekaman KTP ke dalam daftar pemilih tambahan karena sudah di atas tanggal 10 April. Itu adalah batas akhir pendaftaran.

Baca: Update Hasil Quick Count Tiap Propinsi :Jokowi Unggul di Jawa-Bali-Papua, Prabowo Sumatera-Sulawesi

Baca: Ini Alasan Sandiaga Uno Tak Ikut Dampingi Prabowo Klaim Kemenangan Meski Ada di Rumah

Baca: Prabowo Subianto Sujud Syukur, Kantongi Hasil Quick Count Pilpres 2019 Sebesar 62 %, Sandiaga Uno?

Mengenai kekurangan surat suara, Muslihah mengatakan akan berupaya mencarikannya dari TPS lain.

“Tanggung jawab ya,” tegas Guru Khalil saat bersalaman dengan Muslihah sebelum meninggalkan TPS. “Siap Pak,” sahut Muslihah. (has/ogi/dny/ryn/elh/kur/acm)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post dan e-Paper BPost Edisi Kamis (18/4/2019)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved