Pilpres 2019

Kesibukan Relawan Demokrasi  di Hari Pencoblosan Pemilu 2019, Rijali Hanya Tidur Dua Jam

Mata Ahmad Rijali Nasution merah. Lelaki setengah baya itu juga tampak kelelahan. “Malam tadi begadang hingga dini hari di gudang Dinsos Banjar.

Kesibukan Relawan Demokrasi  di Hari Pencoblosan Pemilu 2019, Rijali Hanya Tidur Dua Jam
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Rijali (kiri) dan Vadillah memantau TPS 003 di lingkungan Lapas Narkotika Karangintan, Rabu (17_04_2019) pagi._wm 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mata Ahmad Rijali Nasution merah. Lelaki setengah baya itu juga tampak kelelahan. “Malam tadi begadang hingga dini hari di gudang Dinsos Banjar di Bincau,” ucap Rijali saat ditemui di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 003 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Karangintan Kabupaten Banjar, Rabu (17/4).

Dia tak sendiri begadang, tapi bersama rekannya, M Devi Vadillah. Keduanya adalah anggota Relawan Demokrasi yang membantu Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banjar.

Seperti di daerah lain, di Banjar juga terdapat puluhan relawan. Mereka membantu menyosialisasikan kepemiluan hingga monitoring Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sebelum hari pencoblosan, relawan juga sibuk membantu KPUD Banjar menyiapkan logistik pemilu. Di antaranya memilah dan memasukkan surat suara ke kotak suara.

“Selasa malam lembur memasukkan surat ke kotak suara di gudang Dinsos Banjar. Sekitar pukul 02.00 Wita lewat baru pulang. Lumayan mengantuk dan lelah,” ucap warga Pasarlama, Karangintan ini.

Baca: Jokowi Tunggu Hasil Perhitungan Resmi, KPU Tetapkan Hasil Pemilu Paling Lambat 22 Mei

Baca: Ini Alasan Sandiaga Uno Tak Ikut Dampingi Prabowo Klaim Kemenangan Meski Ada di Rumah

Baca: Prabowo - Sandiaga Uno Ungguli Jokowi - KH Maruf Amin di HSS & HSU, KPU Rilis Hasil Sementara

Namun tidak banyak waktu bagi Rijali untuk tidur, hanya sekitar dua-tiga jam. Soalnya, subuh dia sudah harus bangun dan bersiap-siap menjalankan tugas memantau tiap TPS di Karangintan.

Sekitar pukul 06.30 Wita, Rijali dan Vadillah mulai bergerak ke lapangan. Sekitar pukul 09.00 Wita, sudah enam TPS yang mereka datangi.

“Tugas kami memantau dan memastikan logistik di tiap TPS aman atau tak ada masalah. Jika ada yang kurang, kami segera membantunya,” tutur Rijali.

Sebelumnya, Rijali dan rekan-rekan juga bergerak di lapangan guna melakukan sosialisasi kepemiluan. Fokusnya mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih.

Hampir tiap hari mereka turun ke pelosok-pelosok kampung. Semua entitas dijamah seperti sekolah, organisasi kemasyarakatan hingga kelompok-kelompok pengajian.

“Tujuan kami yakni pemilu terlaksana lancar dengan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi,” katanya.

Meski tugas tersebut cukup melelahkan, Rijali dan Vadillah mengaku ikhlas. “Tugas kami kan mengemban misi sosial, jadi ya memang harus siap lelah,” tandasnya. (roy)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved