Opini Publik

Menyelenggarakan Bursa Inovasi Desa

Dua tahun berturut-turut, Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil mendorong pelaksanaan Bursa Inovasi Desa pada semua kabupaten di Kalsel.

Menyelenggarakan Bursa Inovasi Desa
banjarmasinpost.co.id/elhami
Bupati Balangan Ansharuddin saat membuka acara Bursa Inovasi Desa Kabupaten Balangan. 

Oleh: M NOOR AZASI AHSAN
Tenaga Ahli Pengembangan Kapasitas Program
Inovasi Desa P3MD Kalimantan Selatan

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pada tahun 2019 ini, Bursa atau Bursa Inovasi Desa kembali akan diselenggarakan sebagai forum penyebaran serta pertukaran inisiatif dan inovasi yang berkembang di desa-desa. Dua tahun berturut-turut, Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil mendorong pelaksanaan bursa pada semua kabupaten di Kalsel. Balangan menjadi kabupaten terakhir yang melaksanakannya pada tanggal 11 Desember 2018.

Kegiatan capturing pada Program Inovasi Desa (PID) 2018, juga telah menghasilkan sekitar 20 ribu dokumen pembelajaran, di antaranya ada sekitar 400 yang berasal dari Kalimantan Selatan. Ada yang berbentuk narasi tertulis, ada pula yang berbentuk video. Setiap provinsi telah diminta mengajukan 15 dokumen pembelajaran yang akan diseleksi kembali sehingga terpilih 200 dokumen yang akan menjadi menu nasional.

Pedoman Umum Program Inovasi Desa (PID) berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 4 Tahun 2019, mendorong penyelenggaraan Bursa lebih awal. Rentang waktu penyelenggaraan Bursa antara bulan Mei hingga Juli 2019.

Lokasinya pun tidak lagi di ibukota kabupaten, melainkan di masing-masing kecamatan atau gabungan kecamatan yang berdekatan. Hal ini bisa lebih efektif dalam mendorong proses pertukaran pengetahuan, pembelajaran dan diskusi serta bisa mengakselerasi replikasi komitmen inovasi.

Sebagai langkah awal, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi PID Provinsi dan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalsel dengan Dinas PMD dari beberapa kabupaten pada awal April yang lalu. Selain komponen Pengelolaan Pengetahuan Inovasi Desa (PPID) dan Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD), ada tambahan komponen fokus Pengembangan Sumberdaya Manusia (PSDM) pada sejumlah kabupaten, diantaranya Tanah Bumbu dan Hulu Sungai Utara untuk Kalsel.

Dengan alokasi Dana Operasioal Kegiatan (DOK) per Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) yang relatif kecil, perlu rasionalisasi untuk menyelenggarakan Bursa secara sederhana.

Pertukaran Pengetahuan melalui FGD

Focus Group Discussion (FGD) selama ini hanya digunakan sebagai pendekatan dan forum dalam pengumpulan data. Sebelum FGD, moderator sudah memegang dengan panduan bertanya yang telah disiapkan terlebih dahulu untuk keperluan wawancara penggalian informasi.

Kemudian moderator mendorong peserta ikut serta dan terlibat aktif sebagai narasumber dengan menceritakan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya. Secara metodologi, peserta FGD berkisar antara 5-12 orang yang ditentukan berdasarkan kriteria tertentu. Misalkan mempertimbangkan kompetensi, keahlian maupun otoritasnya terkait dengan masalah yang dibahas. Untuk mendokumentasikan semua yang dibahas, perlu tim notulen yang mencatat semua pembicaraan. Lebih bagus lagi bila dilengkapi dengan photo dan video selama proses diskusi berlangsung.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved