Berita Banjar

NEWSVIDEO : 13 Pelajar Ikuti Lomba Bercerita Tingkat Pelajar SD 2019 Se-Kabupaten Banjar

Selama sehari, di pendopo tersebut berlangsung Lomba Bercerita tingkat pelajar SD 2019 se-Kabupaten Banjar.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA  - Tak seperti biasanya, suasana Pendopo di lingkungan rumah dinas Bupati Banjar di kawasan Jalan A Yani, Maetapiura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), begitu semarak, Kamis (18/04/2019).

Sejak pukul 08.00 Wita tempat itu mulai ramai didatangi sejumlah pelajar sekolah dasar (SD) dan kalangan guru. Selama sehari, di pendopo tersebut berlangsung Lomba Bercerita tingkat pelajar SD 2019 se-Kabupaten Banjar.

Sebanyak 13 pelajar mewakili sekolah masing-masing unjuk kepiawaian bercerita, mengupas cerita/legenda rakyat.

Baca: Seminar Kesehatan di HSS , Islam Beri Keleluasan Bagi Ibu Menyusui di Bulan Puasa

Baca: Sosok Cantik Pacar Baru Billy Syahputra Usai Putus dari Hilda Vitria, Nikita Mirzani Bocorkan Ini

Baca: Naga Banjar 2018 Beri Tips Sukses, Duduk Pun Harus Begini

Baca: Live Streaming RCTI! Siaran Langsung Napoli vs Arsenal Leg 2 Liga Europa Mulai Jam 02.00 WIB

Setelah dibuka secara resmi oleh Ketua Tim PKK Banjar Hj Raudhatul Wardiyah, pelajar dari SDN Sungailulut 1, Kecamatan Sungaitabuk, mendapat giliran tampil perdana.

"Apa kabar semuanya. Sudah tahu belum siapa saya? Perkenalkan, nama saya Muhammad Jailani dari Kecamatan Sungaitabuk. Saya dari SDN Sungailukut 1, kelas lima," sapanya membuka kata.

Penampilan Jailani cukup aktraktif dan ekspresif sehingga para pengunjung cukup terpana. Apalagi, dalam menjabarkan cerita rakyat, bocah itu sesekali juga berinteraksi dengan penonton.

Ia mengeksplorasi cerita rakyat dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yakni Batu Benawa. Guna memperkuat karakter penokohan, Jailani mengenakan busana adat Banjar dan membawa tongkat serta buntalan berisi pakaian.

Legenda Batu Benawa memang mengisahkan kesuksesan seorang anak kampung di perantauan yakni Raden Penganten. Ia kaya raya dan mempersuting seorang puteri nan cantik.

Namun ia durhaka pada sang ibu (Diang Ingsung) hingga akhirnya kapal yang ditumpangi terbalik dan belah menjadi dua yang kemudian disebut Batu Benawa.

Saat menceritakan Raden Penganten yang beedialog dengan sang ibu untuk minta izin merantau, Jailani memeragakannya secara dua arah yakni sebagai Raden Penganten dan Diang Ingsung.

Penampilannya pun menjadi cukup atraktif dan ekspresif. Senyum lebar hingga tawa lepas penonton pun kadang membahana menyaksikan penampilan pelajar dari sekolah pinggiran tersebut.

Baca: KPU Banjar Tunggu Data Masuk, Ini Peran RAPI Banjar Bantu Komunikasi Pemilu 2019

Baca: Kemoterapi Istri SBY, Ani Yudhoyono Terpaksa Dihentikan, AHY Ungkap Kondisi sang Ibu yang Sakit

Penampilan peserta lainnya juga tak kalah menarik. Masing-masing mampu tampil secara ciamik meski kelemahan selalu ada pada tiap peserta.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar Yasna Khairina mengatakan juara terbaik pada ajang lomba tersebut akan mewakili Kabupaten Banjar pada ajang serupa tingkat Provinsi Kalsel.(banjarmasinpost.co.id/Idda Royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved