Tajuk

Saatnya Kembali Bersatu

PUNCAK Pemilu 2019 akhirnya digelar. Masyarakat Indonesia berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggunakan hak pilihnya.

Saatnya Kembali Bersatu
banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
HAK SUARA- Nenek iil (80) warga Kampung Kiyu, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten HST, memberikan hak suaranya Pemilu 2019, disaksikan langsung oleh petugas KPPS yang datang kerumahnya, Rabu (17/4/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Puncak Pemilu 2019 akhirnya digelar. Masyarakat Indonesia berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggunakan hak pilihnya.

Menjadi hal utama setelah pencoblosan adalah tak ada lagi perang hoaks dan ujaran kebencian di sosial media. Ingat tujuan utama pesta demokrasi bukan saling menyakiti apalagi memusuhi.

Budaya timur yang saling menghargai menjadi penting bagi masa depan negeri ini. Saatnya kembali merapatkan barisan, menghargai hasil suara demokrasi dan berbuat yang terbaik demi negeri.

Apapun suara rakyat dalam pesta demokrasi ini, semua harus menerima dan menyikapinya secara positif. Baik peserta pemilu maupun masyarakat pemilih, harus sama-sama berjiwa besar menerima apapun itu pilihan suara rakyat. Itulah sebuah kematangan dalam proses demokrasi dengan tetap menghormati kemungkinan adanya mekanisme proses hukum tindak pidana pemilu yang berjalan.

Dan, Bangsa ini telah mampu membuktikan kematangan demokrasi di mata dunia dengan suksesnya penyelenggaraan pilpres dan pileg secara serentak secara aman dan damai.

Tetap menjunjung tinggi kedamaian dan persaudaraan se-Tanah Air. Damai untuk negeri adalah yang utama. Hasil resmi memang belum didapat. Menunggu dengan sabar sudah sewajarnya. Bukan menghakimi atau memvonis tanpa dasar dengan hasil yang didapat sementara. Apalagi sampai memperkeruh suasana karena dengan sengaja membuat pesta demokrasi ternoda. Sanksi pidana penjara pun sudah pasti mengadang.

Persoalan klasik menjelang pencoblosan selalu berembus. Namun tampaknya masyarakat sudah pintar. Ambil duitnya, jangan coblos orangnya. Hal ini menjadi ancaman bagi caleg tebar uang kepada warga. Kepala Ombudsman Perwakilan Kalsel Noorhalis Majid mengatakan integritas Pemilu tak hanya ditentukan penyelenggaranya, tetapi juga peserta dan masyarakat pemilih. Integritas itu artinya semua pihak harus jujur, tidak ada politik uang, tidak mau disuap, bekerja dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kehadiran berbagai saksi, aparat keamanan dan petugas TPS yang mempunyai hati nurani demi tegaknya demokrasi semoga memberikan hasil pesta rakyat kredibel. Walau pastinya ada kekurangan didapati selama pelaksanaan pencoblosan.

Siapapun yang duduk di gedung dewan maupun memimpin negeri ini harapan semua terjadi perubahan ke arah lebih baik. Semua kembali bangkit dan bersatu demi memajukan negeri.

Berbeda pilihan adalah hal yang wajar dalam hidup berdemokrasi. Namun juga harus tetap berpikir jernih, jangan sampai memicu perpecahan apalagi permusuhan. Menjadi sesuatu yang lucu dan memprihatinkan hanya karena berbeda pilihand dalam pemilu lalu menjadi sebab putusnya silaturahmi. Mari bangkit kembali dan bersatu demi negeri. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved