Uji Kompetensi Sektor Pariwisata

120 Orang Ikut Uji Kompetensi Sektor Pariwisata di Banjarmasin, Manajer Hotel Pun Turut Serta

120 Orang Ikut Uji Kompetensi Sektor Pariwisata di Banjarmasin, Manajer pun Turut Serta

120 Orang Ikut Uji Kompetensi Sektor Pariwisata di Banjarmasin, Manajer Hotel Pun Turut Serta
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Uji kompetensi sektor pariwisata Bidang Hotel dan Restaurant di Summer Bed'n Breakfast Hotel Banjarmasin, 19-20 April 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 120 orang mengikuti uji kompetensi sektor pariwisata Bidang Hotel dan Restaurant di Summer Bed'n Breakfast Hotel Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 19-20 April 2019.

Uji kompetensi yang dibuka Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalsel, Abdul Hamid dan dihadiri owner Hotel Summer Budi, diselenggarakan atas kerjasama LSP Pariwisata Mahamu Mandiri Balikpapan dengan Asdep Pengembangan SDM dan hubungan Antar Lembaga Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata.

Menurut Direktur LSP Pariwisata Mahamu Mandiri Balikpapan, Murad MA Par, sekarang ini, semua tenaga kerja wajib sertifikasi, karena persaingan pasar bebas dan globalisasi, termasuk SDM khususnya sektor wisata juga wajib sertifikasi.

Sesuai konfrensi ASEAN Free Trade Area (AFTA) di Nusa Dua Bali tahun 2015, pasar bebas bukan hanya barang ada ISO, SDM pun wajib sertifikasi untuk menghadapi persaingan tenaga kerja dari luar negeri.

Baca: Luna Maya Akhirnya Buka Suara Soal Status Sudah Menikah, Teman Syahrini Ungkap Perasaannya

Baca: Tarif Sebenarnya Vanessa Angel dalam Kasus Prostitusi Artis Diungkap Motivator pada Hotman Paris

Baca: Perjanjian Ranty Maria dan Ammar Zoni yang Akan Nikahi Irish Bella Terungkap, Sudah Dilanggar?

"Kali ini uji kompetensi sesuai jabatannya dan sangat bermanfaat untuk menjadi tuan rumah sendiri. Kalau tidak, orang luar yang akan mengisi jabatan tersebut," tegasnya.

Dijelaskan Murad, uji kompetensi tentang bentuk skema jabatan yang sudah diakui ASEAN.

Sementara itu, Nurul Fahmi, Sekretaris DPD PHRI Kalsel mengatakan, kegiatan ini sudah dua kali dilaksanakan. Sesi pertama diikuti 100 peserta yang dilaksanakan di Royal Jelita Hotel Banjarmasin.

"Sekarang ini jumlah peserta lebih banyak lagi, sebanyak 120 peserta seluruh Kalsel dari Batulicin hingga Tanjung. Menariknya lagi, kali ini yang ikut uji komptensi high level Manajer," tegasnya.

Ditambahkan dia, tujuan uji kompetensi ini merupakan sarana untuk melakukan pengembangan SDM sejauhmana kompetensinya di bidang masing-masing," jelasnya.

Fahmi menambahkan, sertifikasi ini sangat penting, terutama untuk hotel. "Karena 50 persen syarat uji sertifikasi usaha. Bila tidak mencapai 50 persen karyawannya punya sertifikasi, berdampak sertifikasi usaha tidak keluar," jelasnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Abdul Hamid mengatakan program kegiatan fasilitasi sertifikasi kompetensi ini merupakan upaya yang sangat bermanfaat dalam pengelolaan hotel dan restauran.

"Ini agar memenuhi standarisasi yang ditetapkan," tegasnya. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved