Hari Kartini 2019

Galuh Tantri Narindra, Kepala Bappitbang Kabupaten Banjar Ini Bicara Tentang Kartini 2019

Galuh Tantri Narindra, Bappitbang Kabupaten Banjar Ini Bicara Tentang Kartini 2019

Galuh Tantri Narindra, Kepala Bappitbang Kabupaten Banjar Ini Bicara Tentang Kartini 2019
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Galuh Tantri Narindra, Kepala Bappitbang Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tak dapat dipungkiri, peran perempuan di negeri ini sekarang kian menguat.

Instrumen hukum pun turut mengadvokasi kaum hawa agar mendapat ruang yang lebih lapang pada semua lini kehidupan.

Pada berbagai entitas, bahkan dalam struktur pemerintahan di Bumi Pertiwi secara tegas menetapkan kuota keterwakilan perempuan. Di kursi parlemen misalnya, 30 persennya merupakan jatah perempuan.

Kuota keterwakilan perempuan pada hampir semua sendi kehidupan di negeri ini telah menjelma sebagai sebuah keniscayaan. 

Baca: BREAKING NEWS : Bentor vs City Car di Kandangan, Hulu Sungai Selatan, Pengemudi Bentor Tewas

Baca: Ayu Ting Ting Berharap Dapat Hidayah Setelah Pakai Jilbab, Teman Ivan Gunawan Ungkap Kesedihannya

Baca: Perjanjian Ranty Maria dan Ammar Zoni yang Akan Nikahi Irish Bella Terungkap, Sudah Dilanggar?

Namun bagi seorang Galuh Tantri Narindra, perempuan harus mampu tampil ke permukaan karena kapabilitas yang mumpuni. Bukan semata karena hak adanya kuota tersebut.

Sebagai perempuan, dirinya pun senang dengan adanya kuota keterwakilan perempuan.

"Tapi kalau boleh jujur, di sisi lain hal itu juga membuat hati miris. Karena itu kan sama artinya sulit mencari perempuan yang mumpuni sehingga harus diberi kuota," ucap Tanri, Jumat (19/4/2019).

Karena itu, lanjut perempuan cantik yang menjabat kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembang (Bappitbang) Banjar ini, kaum perempuan di negeri ini mesti terus meningkatkan kecakapan (skill).

Dengan begitu kehadiran perempuan pada berbagai sektor dan lini kehidupan tak dipandang sebelah mata. Sebaliknya, dipandang dengan mata lebar-lebar karena memiliki kemampuan luar biasa pada keilmuan yang dikuasai.

Caranya yakni dengan terus belajar dan belajar. Apakah melalui pendalaman keilmuan akademik hingga level expert (ahli) maupun penajaman skill melalui penerapan dan pengembangan di lapangan.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved