Tajuk

Kekacauan Saat Pemilih Antusias

Terlepas dari hasil Pemilu, ada hal menarik dalam penyelenggaraannya, yakni antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

Kekacauan Saat Pemilih Antusias
banjarmasinpost.co.id/rahmadhani
ilustrasi-Suasana Bhineka Tunggal Ika terasa pada Pemilu 2019 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 048 di Jalan Sidorejo Kompleks Berlina Jaya IV RT 15 RW 2, Guntung Manggis, Landasan Ulin, Banjarbaru Rabu (17/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PEMILIHAN Umum 2019 telah melewati masa pencoblosan. Saat ini sedang memasuki masa penghitungan suara sebelum diumumkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Secara quick count atau hitung cepat, sejumlah lembaga survei memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin dengan perolehan suara sekitar 55 persen, sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh suara 44 persen.

Terlepas dari hasil Pemilu, ada hal menarik dalam penyelenggaraannya, yakni antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

Seperti dikatakan, Dosen FISIP ULM, Dr Taufik Arbain Msi, dia memperkirakan partisipasinya bisa mencapai 90 persen. Bahkan 100 persen kartu suara habis.

Meski warga yang masuk Daftar Pemilih Tetap dan menggunakan haknya 75- 80 persen, sisa surat suara masih bisa diberikan kepada warga yang hanya membawa KTP Elektronik karena tidak terdaftar pada DPT.

Namun, banyaknya warga yang datang untuk menyalurkan hak pilihnya dapat digambarkan. Bahkan, ada pemilih yang rela memfotokopi KTP-nya agar bisa menggunakan hak pilihnya.

Sayangnya, di balik antusias masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya itu, ada sejumlah kejadian yang tidak mengenakkan terkait penyelenggaraan pencoblosan pada Pemilu 2019 itu.

Sejumlah TPS mengalami kekurangan surat suara. Hal ini membuat pemilih protes. Seperti yang terjadi di TPS 17, Kelurahan Pengambangan, Banjarmasin Timur, Banjarmasin sempat menunggu kurang lebih dua jam untuk menyalurkan hak pilihnya.

Di TPS 33, Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin pencoblosan sempat dihentikan sementara, Rabu (17/4) pagi sekitar pukul 10.15 Wita. Padahal warga yang sudah memilih sekitar 100 orang. Dan sisanya sekitar 77 orang. Akhirnya pihak Ketua PPS Kelurahan Pemurus Baru, H Bukhari melaporkannya ke pihak terkait.

Ketua Panwaslu Kecamatan Banjarmasin Selatan, Samahuddin yang kebetulan berada di TPS 33 mengatakan, ada sedikit kesalahan, yakni surat suara tertukar Dapil 3 ke Dapil 4 di TPS 3.

Kejadian serupa juga terjadi di sejumlah TPS. Ini harusnya menjadi evaluasi bagi KPU. Mengingat, pada 2020 nanti kembali ada event serupa yakni Pilkada. Jangan sampai hal ini menjadi pemancing masalah di tengah pesta demokrasi.

Pemilu, Pilpres dan Pilkada adalah pesta rakyat untuk memilih pemimpin dan wakilnya. Antusiasme menggunakan hak pilih harusnya dilengkapi dengan kemudahan tanpa menghilangkan esensinya. (*)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved