Berita Kalteng

Polda Kalteng Imbau Netizen Menunggu Hasil Resmi Real Count KPU

Paskapelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dan Pileg, dunia maya atau media sosial makin ramai membicarakan hasil Pilpres

Polda Kalteng Imbau Netizen Menunggu Hasil Resmi Real Count KPU
Banjarmasinpost.co.id/faturahman
Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Paskapelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dan Pileg, dunia maya atau media sosial makin ramai membicarakan hasil Pilpres, apalagi ketika kedua pasangan yang menjadi kontestan dalam Pilpres saling klaim menang berdasarkan hasil quick count.

Kondisi ini semakin menambah panas suasana di dunia maya dengan komentar yang saling menjatuhkan di media sosial, membuat suasana di media sosial makin panas dan tampak tidak terkendali, akibat para pendukung yang berkomentar miring tentang capres yang bersaing.

Masalah ini ternyata tidak luput dari pantauan pihak kepolisian melalui patroli cybercrime yang terus memantau media sosial dan mengimbau kepada para pengguna medsos agar tenang dan tidak membuat kegaduhan yang akhirnya akan meresahkan banyak pihak, melalui komentar yang saling menyerang.

Baca: Preview Film Avengers: Endgame Jelang Pemutaran Perdana 24 April 2019

Baca: Analisa Pernyebab Prabowo-Sandi Kalah Meski Didukung Ustadz Abdul Somad dan Aa Gym dari Denny JA

Baca: Sejak Kecil Dilatih Jessica Iskandar Beladiri, El Barack Jagoan Taekwondo, Ini Manfaatnya untuk Anak

Baca: Teman Tapi Mesra Sule dengan Baby Shima, Ayah Rizky Febian Terpergok Jalan Bareng Naomi Zaskia

Kepala Bidang Humas Polda Kalteng,Kombes Pol Hendra Rochmawan, Jumat (19/4/2019) mengingatkan agar semua pihak tenang dalam menyikapi paskapelaksanaan Pilpres dan Pileg, karena hasil resmi belum ditetapkan oleh KPU.

"Kami mengimbau agar masyarakat Kalimantan Tengah tetap tenang dan sabar dalam menunggu hasil hitung dan rekapitulasi suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU), karena hasil resmi Pilpres dan Pileg akan ditetapkan oleh KPU," ujarnya.

Dia meminta, apabila ada informasi yang berbau provokasi dan belum tentu kebenarannya agar tidak ditanggapi.

"Stop, hapus jangan membuat dan percaya hoax dan ujaran kebencian, sehingga merusak persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika," ujar Mantan Kapolres Palangkaraya ini.

banjarmasinpost. co.id /faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved