Pemilu 2019

Anggota PPS Ini Mengaku Tak Bisa Tidur Teratur Sejak Hari Pencoblosan Pemilu 2019 Hingga Sekarang

Anggota PPS Ini Mengaku Tak Bisa Tidur Teratur Sejak Hari Pencoblosan Pemilu 2019 Hingga Sekarang

Anggota PPS Ini Mengaku Tak Bisa Tidur Teratur Sejak Hari Pencoblosan Pemilu 2019 Hingga Sekarang
Banjarmasinpost/hanani
Petugas PPS Desa Baluti dan Kelurahan Jambu Hilir saat melakukan koreksi ulang Entry data perolehan suara di sekretariat PPK, Kantor Camat Kandangan, Jumat (19/4/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Selain KPPS, mereka yang menjalankan tanggungjawab besar selama pelaksanaan Pemilu 2019 adalah Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Selama penghitungan suara, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, PPS yang terdiri tiga orang per satu desa melakukan rekapitulasi perolehan suara ke Form C1.

Mereka pun harus menghitung satu persatu surat suara sebanyak lima lembar kemudian merekap kembali hasil penghitungannya ke Form C1.

"Ini membuat kami sejak sebelum pemungutan suara tak bisa tidur teratur. Sejak hari pencoblosan sampai sekarang, selalu pulang ke rumah subuh. Itu pun hanya bisa istirahat sebentar, tidur di rumah, selanjutnya kerja lagi menyelesaikan tugas," kata Ketua PPS Desa Baluti, Kecamatan Kandangan, HSS Dedy Ribowo kepada banjarmasinpost.co.id.

Baca: 10 Contoh Ucapan Selamat Jumat Agung Hingga Paskah 2019 Bisa Untuk WA Instagram, Facebook

Baca: Ini Penjelasan Komisioner KPU Kalsel Terkait Molornya Proses Pencoblosan Pemilu 2019 di Lapas

Baca: Pose Tak Biasa Putri Mulan Jameela, Safeea Ahmad Bareng Titiek Soeharto Disoroti Adik Ahmad Dhani

Baca: Malam Nisfu Syaban 2019 Jatuh Pada 21 April, Berikut Doa dan 3 Keutamaannya

Baca: Jelang Peringatan Hari Kartini 2019, Berikut Kumpulan Puisi Tentang RA Kartini

Ditemui, di sela melakukan entry data perolehan hasil suara di TPS-TPS Desa Baluti, Jumat (19/4/2019) di posko PPK Kandangan, Kantor Camat Kandangan, Dedy menjelaskan, Dedy, tanggungjawab tersebut harus dikerjakan bersama dua rekannya yang lain, sehingga tak bisa tidur bergantian.

Meski dengan fisik yang lelah, dan mata sering pedas karena menahan ngantuk, pihaknya berupaya seakurat mungkin dalam memasukkan data hasil perhitungan suara dari seluruh TPS wilayah kerja.

"Bagaimanapun, kami berupaya menghindari komplin akibat kesalahan dalam merekap data C1. Makanya hari ini kami kembali melakukan koreksi jika ada yang salah, sebelum dibawa ke rapat pleno, Sabtu 20 April besok," kata Dedy.

Apa suka duka menjadi anggota PPS? Dedy mengaku menikmati saja tugas dan tanggungjawab tersebut sebagai ibadah.

Namun, sempat pula dia dan temannya anggota PPS mndapat komplin dari anggota KPPS, gara-gara honor mereka terlambat sehari dibayarkan.

"Teman-teman KPPS mungkin mencurigai kami yang melambatkan honor mereka. Padahal, dari KPU memang baru dibayarkan hari ini," katanya.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved