Berita Banjarmasin

Punya Basic Tilawah Alquran, Risma Jadi Putri Berbakat dalam Putri Muslimah Sasirangan 2019

Punya Basic Tilawah Alquran, Risma Jadi Putri Berbakat dalam Putri Muslimah Sasirangan 2019

Punya Basic Tilawah Alquran, Risma Jadi Putri Berbakat dalam Putri Muslimah Sasirangan 2019
istimewa
Risma Noor Ikrima, Putri Berbakat dalam ajang pemilihan Putri Muslimah Sasirangan (PMS) 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gelar sebagai Putri Berbakat berhasil diraih oleh Risma Noor Ikrima dalam ajang pemilihan Putri Muslimah Sasirangan (PMS) 2019.

Risma ternyata tidak menduga mampu menyabet gelar pada ajang yang dilaksanakan pada Maret lalu, tepatnya saat berlangsungnya Banjarmasin Festival Sasirangan (BSF) 2019 di Siring Jalan Piere Tendean.

Bukan tanpa alasan Risma tidak menyangka berhasil membawa pulang gelar tersebut, melainkan karena menyadari tidak memiliki pengetahuan tentang sasirangan.

"Alhamdulillah bersyukur sekali, sekaligus ngga nyangka juga akan akan dapat gelar itu. Soalnya saya sendiri tidak punya basic sama sekali tentang sejarah sasirangan. Cuma tahu pakai sasirangan saja, itu pun cuma waktu MTQ saja," ujar Risma.

Baca: Baca Surah Yasin 3 Kali Setelah Sholat Magrib di Malam Nisfu Syaban 2019, Ini Penjelasannya

Baca: Billy Syahputra Cium-ciuman dengan Kekasih Baru Usai Putus dari Hilda Vitria, Ungkap Nikita Mirzani

Baca: Perlakuan Ibu Reino Barack Saat Syahrini Sakit Sempat Terungkap, Reiko Barack Lakukan Ini

Baca: Sosok Putri Tiri Ahmad Dhani, Tiara Savitri Saat Temani Mulan Jameela Nyoblos Jadi Sorotan

Risma pun menerangkan bahwa dirinya memutuskan ikut mendaftar dalam audisi tersebut, karena adanya dorongan besar dari keluarga.

"Kakak saya yang sangat ingin saya ikut, agar bisa menambah pengalaman dan pengetahuan tentang sasirangan serta sejarahnya. Dan orangtua pun juga memberikan dukungan sehingga saya pun mendaftar," kata mahasiswi semester dua jurusan Pendidikan Agama Islam di UIN Antasari Banjarmasin ini.

Setelah mantap memutuskan untuk ikut audisi, Risma pun mulai mempersiapkan diri dan mempelajari pernak pernik sasirangan.

Terlebih Risma menyadari bahwa pengetahuannya tentang sasirangan dan sejarahnya pun memang sangatlah minim.

"Awalnya tidak tahu apa yang harus dipersiapkan karena saya pun baru pertama ikut. Saya cari tahu di internet, kemudian saya beli buku sejarah tentang sasirangan juga. Jadi memang benar-benar dari nol belajarnya karena memang bukan basic saya disitu," jelasnya.

Dan saat akan mengikuti audisi, Risma pun mengaku sempat tidak percaya diri karena mengetahui peserta yang ikut bagus-bagus dan juga memiliki talenta.

"Awalnya takut, dan juga pengen nyerah karena yang ikut bagus-bagus, dan mempunyai talenta seperti menari. Sedangkan saya cuma punya basic tilawah Al-quran, jadi waktu wawancara pasrah saja sekalian belajar punya kepercayaan diri. Alhamdulillah tenyata dapat gelar," katanya.

Setelah mengikuti audisi tersebut terlebih berhasil mendapatkan gelar, Risma pun rupanya juga ingin mempromosikan sasirangan di kalangan milenial.

"Setelah dapat gelar kemarin, berarti saya tidak hanya bisa memakai saja tapi juga lebih mengerti, mengetahui dan lebih menyukai sasirangan. Dan sasirangan wajib lestari terutama di kalangan anak milenial supaya mengubah pola pikir dan kesan bahwa sasirangan cuma dipakai oleh orangtua saja. Padahal anak muda juga bisa dipadukan dengan model-model kekinian," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/frans rumbon)

Penulis: Frans
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved