Berita Kabupaten Banjar

Taman Antistres di RSJ Sambang Lihum Senin Lusa Diresmikan Gubernur Kalsel Paman Birin

Manajemen RSJ Sali juga berencana langsung membuka fasilitas publik yang diberi nama Taman Penyembuhan Mandiri Jendela Jiwa tersebut untuk masyarakat

Taman Antistres di RSJ Sambang Lihum Senin Lusa Diresmikan Gubernur Kalsel Paman Birin
banjarmasinpost.co.id/idda royani
ANTISTRES - Beberapa pekerja sibuk melakukan pembenahan di Taman Penyembuhan Mandiri Jendela Jiwa di RSJ Sali, di Jalan Gubernur Sarkawi, Gambut, Kabupaten Banjar, beberapa waktu lalu. Senin (22/4/2019) lusa taman antstres ini diresmkan Gubernur Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kabar melegakan bagi warga Kalimantan Selatan (Kalsel). Taman 'antistres' yang berada di lingkungan Ruma Sakit Jiwa Sambang Lihum (RSJ Sali) segera dibuka atau dioperasionalkan.

"Senin tanggal 22 April 2019 diresmikan. Insha Allah langsung diresmikan oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor atau Paman Birin," ucap Direktur RSJ Sali dr H Dharma Putera, Sabtu (20/04/2019).

Tak cuma itu kabar melegakannya. Manajemen RSJ Sali juga berencana langsung membuka fasilitas publik yang diberi nama Taman Penyembuhan Mandiri Jendela Jiwa tersebut untuk masyarakat umum.

Setidaknya hal itu akan diberlakukan pada tahap awal pascaperesmian taman yang juga dikenal dengan sebutan taman terapeutik tersebut. "Iya bisa free pada tahap awal," tandas Dharma.

Taman tersebut dibangun 2018 lalu. Lalu pada 2019 dilakukan penyempurnaan dan pelengkaapan fasilitasnya.

Cukup banyak fasilitas penunjang yang disiapkan. Spot areanya pun meliputi berbagai fungsi. Tak cuma untuk menyegarkan jiwa (antistres), tapi juga ada spot area tertentu yang punya fungsi atau manfaat lain.

Baca: Taman Antistres RSJ Sambang Lihum Segera Diresmikan, Catat Tanggalnya

Baca: Air Biru, Rumput Hijau, inilah Kenyamanan yang Bisa Dinikmati di Taman Antistres RSJ Sambang Lihum

Manajemen RS Sali menyatakan taman tersebut dirancang multifungsi. Tak sekadar untuk menghilangkan stres, namun juga bisa menjadi ajang kreasi seni kawula muda. "Tapi, fungsi utamanya tetap sebagai terapi kejiwaan bagi pasien," sebut Dharma.

Namun keberadaanya juga akan dibuka untuk masyarakat umum guna mendapatkan relaksasi kejiwaan sehingga setelah keluar dari taman akan merasakan kondisi jiwa raga yang segar dan lapang.

Taman tersebut dirancang secara khusus. Area utamanya berupa alur jalan yang dibangun secara melingkar dengan toporografi yang terus menurun. Bagian dasarnya berupa kolam ikan dilengkapi vegetasi khas tropis seperti teratai dan kayu galam.

Air mancur yang terletak di tengah area taman kian menambah keindahan yang tersaji. Juga ada semprotan embun di tiap resort yang terletak di bagian atas. Sound system juga telah terpasang

"Pasien atau pengunjung akan dipandu petugas khusus menapaki jalan mingkar tersebut, bergerak berlawanan arah jarum jam. Saat itu pula lantunan pesan-pesan religius akan diperdengarkan," beber Dharma.

Jika pengunjung mengikuti semua petunjuk dan panduan pemandu selama berada di taman tersebut, maka saat keluar dari taman bakal merasakan romansa hati yang riang dan penuh semangat. "Bila semua mengalami suasana hati yang suntuk atau stres, bisa tersembuhkan," sebutnya.

Baca: Jadwal Pembukaan Taman Antistres Ala RSJ Sambang Lihum, Begini Penampakannya

Baca: Daftar Amalan dan Doa Malam Nisfu Syaban, Simak Juga Keutamaan yang Didapat

Sejumlah warga di Banua ini pun banyak yang tak sabar menanti dibukanya taman tersebut. Apalagi jika kelak juga difungsikan untuk masyarakat umum hingga bisa untuk ajang kreasi seni.

"Jika memang mampu menghilangkan stres pastinya bagus banget dong. Saya penasaran ingin tahu seperti apa sih bentuknya taman itu," ucap Syahrani, warga Tunggulirang, Martapura.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved