Berita Kalteng

Nelayan Jawa "Sedot" Cumi-cumi di Perairan Kalteng, Pemprov Kalteng Buat Perjanjian Kerjasama

Setiap malam banyak kapal- kapal nelayan dari Pulau Jawa, kebanyakan dari Jawa Tengah, yang dirancang khusus untuk menangkap cumi-cumi.

Nelayan Jawa
Tribun Kalteng/Fathurahman
Nelayan Pantai Ujung Pandaran, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tak melaut, karena gelombang tinggi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pesisir pantai Ujung Pandaran Kabupaten Kotawaringin Timur, hingga Pesisir pantai laut Kabupaten Seruyan dan Kumai Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, memiliki banyak potensi cumi-cumi dan ikan laut lainnya, namun hingga saat ini belum dimanfaatkan optimal oleh Pemerintah Kalimantan Tengah.

Akibatnya, setiap malam banyak kapal- kapal nelayan dari Pulau Jawa, kebanyakan dari Jawa Tengah, yang dirancang khusus untuk menangkap hewan laut berupa cumi-cumi tersebut, mereka datang ke lokasi tersebut untuk menangkap dan memanfaatkannya untuk dijual di pulau jawa sebagai mata pencaharian.

Informasi dari nelayan di Pantai Ujung Pandaran dan Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan, ada puluhan kapal nelayan asal pulau jawa yang hampir setiap malam tampak melakukan penangkapan cumi-cumi di pesisir pantai Kalteng , yang menggunakan kapal khusus dan teknik khusus menangkap hewan tersebut.

Sayangnya, nelayan Kalteng tidak punya keahlian dan belum punya kapal khusus untuk menangkap hewan laut tersebut, sehingga ketika nelayan pulau jawa melakukan penangkapan, nelayan Kalteng hanya bisa menonton saja, karena belum punya keahlian dalam menangkap hewan laut tersebut.

Baca: Tiga Pria Diamankan Saat Transaksi Narkoba di Kandang Ayam, 10 Paket Sabu Berhasil Disita

Baca: Begini Penjelasan KPU Kalsel Terkait Proses Pengiriman Data Pemilu ke Server KPU, Ada Kendala Ini

Baca: Alasan Shaheer Sheikh Jatuh Cinta Pada Ayu Ting Ting dan Jalin Hubungan 4 Bulan Dikupas Media India

"Biasanya dari pantai keliatan banyak kapal penangkap cumi dari pulau jawa yang beroperasi di laut sekitar pesisir pantai, kapal jumlahnya mencapai puluhan. Kapal penangkap cumi itu dirancang khusus, ga bisa menangkap menggunakan kapal nelayan pada umumnya.Kami juga tak tau cara menangkap cuminya," ujar Nasruddin, nelayan Kuala Pembuang, Seruyan, Sabtu (20/4/2019).

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan , Kalimantan Tengah, Darliansjah, mengatakan, pihaknya sudah berupaya antara lain melakukan Perjanjian Kerja Sama antara Pemprov Kalteng dan Pemprov Jateng untuk mengatur nelayan luar terutama dari Jateng yg menangkap ikan di Wilayah Kalteng.

Kadis Kelautan dan Perikanan Kalteng, H Darliansjah
Kadis Kelautan dan Perikanan Kalteng, H Darliansjah (Tribun Kalteng/Fathurahman)

"Dalam melakukan penangkapan ikan dan cumi para nelayan luar tersebut wajib lapor, dan melakukan bongkar muat serta memanfaatkan cold storage di Pelabuhan Perikanan Kumai dan Kuala Pembuang, ini agar nelayan luar bisa terkontrol dalam operasionalnya," ujarnya.

Bukan hanya itu saja, Kalteng juga telah menetapkan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) sebagai upaya kepastian hukum dan usaha bagi nelayan dan investor."Dengan adanya rencana zona tersebut, akan dapat dipetakan potensi kelautan dan perikanan tangkap termasuk cumi yang banyak diburu oleh nelayan asak Jawa Tengah tersebut," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved