Tajuk

PR Presiden Terpilih

PEMILIHAN Umum (Pemilu) 2019 telah usai. Kita tentu patut bersyukur, pelaksanaan Pemilu tahun ini berjalan lancar, tertib dan aman.

PR Presiden Terpilih
THINKSTOCK.COM
pertumbuhan ekonomi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PEMILIHAN Umum (Pemilu) 2019 telah usai. Kita tentu patut bersyukur, pelaksanaan Pemilu tahun ini berjalan lancar, tertib dan aman.

Sebagai warga negara tentu kita berharap siapapun pemenang Pemilu kali ini, baik yang duduk di legislatif maupun yang menjadi presiden dan wakilnya menunaikan tugas dan amanah dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Kondisi perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang hanya mampu berada di kisaran level 5 persen. Faktor utamanya diakui karena kondisi perekonomian global yang berimbas ke domestik.

Antara lain, terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina berdampak pada perekonomian di tanah air. Seperti disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Darmin Nasution, bahwa perang dagang AS-Cina mempengaruhi laju ekspor Indonesia ke dua negara raksasa ekonomi itu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2019, nilai ekspor Indonesia sebesar 12,53 miliar dolar AS. Dari total itu, 13,52 persen atau setara 3,26 miliar dolar AS merupakan ekspor ke Cina, sedangkan 11,54 persen atau setara 2,79 miliar dolar AS merupakan ekspor ke AS.

Para pengusaha di tanah air pun memiliki segunung harapan agar presiden dan wapres terpilih mampu menghadapi kompleksitas tantangan global dan nasional. Pemerintahan yang dijalankan nantinya juga diharapkan responsif, berlangsung efektif dan rela bekerja keras.

Seperti disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, bahwa pengusaha berharap agar presiden terpilih mampu membangun sumber daya manusia (SDM) yang dapat bersaing secara global. Pembangunan SDM tersebut harus diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja untuk menampung besarnya jumlah penduduk Indonesia. Oleh karena itu investasi harus dipacu oleh pemerintah, diantaranya membuat regulasi yang semakin memudahkan para pengusaha berinvestasi.

Harapan agar para menteri yang duduk di kabinet baru memiliki kemampuan di atas standar, utamanya untuk menteri ekonomi, juga disampaikan. Hal ini sangat krusial, karena tantangan ekonomi ke depan akan semakin berat.

Target bagaimana agar Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi di atas 6 persen, tentu menjadi pekerjaan rumah pemimpin yang baru nanti.

Tentunya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, merata, dan berkelanjutan yang diidamkan. Pertumbuhan ekonomi yang bisa menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan sekaligus mengurangi kemiskinan. Namun, sebagai warga negara yang baik, kita tentu tidak boleh hanya berharap dan melontarkan kritikan. Tapi bagaimana ikut berperan aktif dalam pembangunan perekonomian agar Indonesia bisa lebih maju. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved