Bekantan Serbu Kebun Penduduk

Serbuan Hewan Maskot Kalsel itu Tak Mengenal Waktu, Bekantan Habiskan Tanaman Petani

Waswas selalu menghantui Mahmud (60) petani jeruk di Kelurahan Ulu Benteng RT 18 RW 4 Kecamatan Marabahan Kabupaten Baritokuala.

Serbuan Hewan Maskot Kalsel itu Tak Mengenal Waktu, Bekantan Habiskan Tanaman Petani
BPost Cetak
BPost edisi cetak Senin (22/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Waswas selalu menghantui Mahmud (60) petani jeruk di Kelurahan Ulu Benteng RT 18 RW 4 Kecamatan Marabahan Kabupaten Baritokuala.

Sewaktu-waktu, gerombolan bekantan menyerbu kebunnya.

Monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna cokelat kemerahan ini memakan buah, biji-bijian dan aneka daun yang ada di kebun warga.

Mahmud pun merasa kesal dan dirugikan oleh serbuan maskot Kalimantan Selatan tersebut.

Hampir setiap hari kebunnya didatangi kawanan bekantan dari Pulau Paikat.

“Kawanan bekantan yang berjumlah empat sampai lima ekor datang tak mengenal waktu. Pagi, siang dan sore selalu menganggu kebun. Monyet itu selalu menghabiskan pucuk pohon jeruk. Kalau dibiarkan, lama kelamaan pohon jeruk mati dan tidak berbuah,” kata Mahmud, Minggu (20/4).

Baca: Sikap Ranty Maria Bertemu Irish Bella yang Akan Menikahi Ammar Zoni, Natasha Wilona Ungkap Hal Ini

Baca: Maia Estianty Diminta Sabar Hadapi Irwan Mussry oleh Guru Spiritualnya, Sebut Prahara Rumah Tangga

Baca: Keanehan Syahrini & Reino Barack Saat Berpelukan di Jet Pribadi, Teman Luna Maya Harus Lakukan Ini

Baca: Cara Nonton Game of Thrones Season 8 Episode 2 di HBO Pagi ini, Mulai Pukul 08.00 WIB 

Baca: Diduga Hina Prabowo, Argo Yuwono : Istri Andre Taulany Dilaporkan atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Mahmud mengatakan tak hanya pohon jeruk yang dimakani kawanan bekantan.

Bibit padi yang baru ditanam petani juga rusak dan mati.

“Bagaimana padi petani tidak mati, kalau bekantan berjalan di atasnya. Kan tubuh bekantan berat,” ujarnya.

Kebingungan pun dirasakan Mahmud mengenai bagaimana cara mengusir bekantan.

“Selama ini, saya dan warga lainnya hanya melempari bekantan pakai batu. Lemparan itu tidak mengenai tubuh bekantan. Tujuan hanya mengusir agar pergi dari kebun dan sawah,” ujarnya.

Cara lainnya, warga membuat alat pengusir yang terbuat dari botol susu, kain, minyak tanah serta tali.

Setelah dirangkai, alat tersebut bisa mengeluarkan bunyi atau suara seperti suara anjing.

“Alat tersebut mengeluarkan bunyi guk, guk, guk. Alat itu saya pasang agar bekantan tak mau mendekati kebun jeruk. Namun alat ini tidak memberikan hasil maksimal. Setiap hari tetap saja bekantan datang,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved