Berita Banjar

Banjar Masuk dalam Visit Kalsel 2020, Ini yang Akan Dilakukan

Sektor kepariwisataan Kalimantan Selatan (Kalsel) kian menguat di negeri ini. Bahkan pemerintah pusat telah menetapkan Kalsel Visit 2020.

Banjar Masuk dalam Visit Kalsel 2020, Ini yang Akan Dilakukan
apunk
Suasana Festival Pasar Terapung Lokbaintan 2018. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sektor kepariwisataan Kalimantan Selatan (Kalsel) kian menguat di negeri ini. Bahkan pemerintah pusat telah menetapkan Kalsel Visit 2020.

Ada tiga daerah yang terpilh yakni Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Hulu Sungai Selatan (HSS). Ketiga daerah ini memang memiliku objek wisata yang mashur yakni Banjarmasin antara lain dengan Kota Seribu Sungainya, Banjar dengan Pasar Terapung Lokbaintan, dan HSS dengan arum jeram Loksado-nya.

Hal itu disikapi secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Banjar di bawah kepemimpinan Bupati H Khalilurrahman. Visit Kalsel 2020 tersebut bahkan menjadi salah satu isu strategis yang dibahas pada Musrenbang RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) 2020 Kabupaten Banjar.

Baca: Hasil Persija Jakarta vs Ceres Negros Piala AFC 2019 : Skor 0-0 di Babak Pertama, Gagal Penalti

Baca: Pemungutan Suara Ulang akan Digelar untuk Dua TPS di HSU, Begini Penjelasan KPU

Baca: Tanpa Ribet dan Antri, Nabung Emas Sekarang Bisa Via Aplikasi Digital, Begini Caranya

"Pemerintah daerah harus aware, bagaimana arah pembangunannya. Mungkin saja ke arah sektor kepariwisataan. Karena itu, kita harus segera melakukan rebranding. Apa sebenarnya branding dan area identity Kabupaten Banjar?" ucap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Peneletian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Banjar Galuh Tantri Narindra, Selasa (23/04/2019).

Galuh Tantri Narindra, Kepala Bappitbang Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Galuh Tantri Narindra, Kepala Bappitbang Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Kepala Bappeda termuda se-Indonesia ini mengatakan rancangan RKPD yang telah dielabroasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait arahnya ke sektor kepariwisataan dibarengi peningkatan sumber daya manusia (SDM). Serta komodiats apa yang perlu diperkuat eksistingnya.

Dikatakannya, sektor tambang mesti kembali ke pertanian, perikanan, dan perkebunan. Tapi, arahnya industrialisasi sehingga nanti ada beberapa kegiatan hilirisasi industri pengolahan.

"Kita lihat kesiapan-kesiapan SKPD, bisa tidak melihat peluang tersebut dan menjawab challenge (tantangan) RKPD 2020 mendatang," tandas Tantri.

Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Bappelitbang Banjar Nashrulllah Shadiq menuturkan memaknai Visit Kalsel 2020 Pemkab Banjar mesti memperkuat objek wisata unggulan Bumi Barakat yakni Pasar Terapung di Lokbaintan, Sungaitabuk.

Perlu dilakukan pengemasan dengan sejumlah objek wisata lainnya di Kabupaten Banjar seperti pusat permata CBS (Cahaya Bumi Seamat) Martapura. Karena itu sarana dan prasarana di tempat ini juga perlu dibenahi. Contohnya pedestrian mesti ditata dan dipercantik.

Pembenahan fisik tersebut penting karena melalui kemasan paket wisata tersebut Kota Martapura menjadi koridor yang akan dilintasi wisatawan setelah atau sebelum ke Pasar Terapung di Lokbaintan.

"Dalam hal ini perlu dibikin kalender pariwisata di Kabupaten Banjar dalam upaya menyongsong Visit Kalsel 2020. Juga perlu kesesuaian dengan program kepariwisataan pemerintah provinisi yang letaknya di Kabupaten Banjar, contohnya Kiram Park dan Geopark Meratus," sebutnya.

Baca: Hurul Firdha Jadi Wisudawan S1 ULM Terbaik, Raih IPK 3,93 Selama 3,5 Tahun

Baca: Jadwal MotoGP Spanyol 2019, Live Trans 7, Tim Ducati Siapkan Strategi Khusus Kalahkan Marc Marquez

Kalangan warga Kabupaten Banjar senang atas penetapan pemerintah pusat Kalsel menjadi tujuan wisata 2020 yang di dalamnya termasuk wisata di Kabupaten Banjar. "Memang perlu diramu sih wisata Pasar Terapung Lokbaintan supaya ada kemajuan. Kalau cuma itu saja, mungkin daya tariknya kurang," cetus Arpani, warga Martapura.

Wajah Kota Martapura menurutnya juga perlu segera dibenahi. Pasalnya banyak sarana dan prasarana umum yang mulai rusak. "Contohnya trotoar di tepi jalan banyak yang rusak. Itu tak nyaman dipandang," sebutnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved