Berita Kabupaten Banjar

NEWSVIDEO] Menengok Dari Dekat Aktivitas Guru Keterampilan Tunanetra Di PSBN Fajar Harapan Martapura

Di tengah keterbatasan fisik yang dialami yakni tak bisa melihat, mereka tetap punya semangat tinggi menapaki roda kehidupan ini.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tak seorang pun manusia ingin terlahir cacat, semua ingin berfisik sempurna. Namun ketika sang Ilahi menentukan lain, sebagai seorang hamba mesti tabah dan selalu bersyukur dalam kondisi apa pun.

Bisa bernapas dan beraktivitas adalah nikmat yang tak terhingga. Itulah yang diresapi keluarga besar PSBN Fajar Harapan yang berada di kawasan Jalan A Yani Km 37,5 Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), ini.

Di tengah keterbatasan fisik yang dialami yakni tak bisa melihat, mereka tetap punya semangat tinggi menapaki roda kehidupan ini. Lebih dari itu mereka bahkan sangat aktif berkegiatan. Salah satunya yakni belajar membikin karya kerajinan yangan seperti kemoceng dan tikar.

Ada ruangan khusus di PSBN Fajar Harapan yang berfungsi sebagai pusat kegiatan keterampilan tangan. Pantauan BPost Online, Selasa (23/04/2019) siang, di dalam ruangan berukuran sekitar 5x6 meter tersebut terdapat lumayan banyak barang-barang hasil kerajinan tangan.

Baca: PENGUMUMAN Hasil UTBK 2019 Mulai 23 April 2019, Cek Hasilnya di Link pengumuman-utbk.ltmpt.ac.id

Baca: Hasil Perhitungan Pemilu 2019, Gerindra Banjarbaru Optimis Suara Bersaing Dengan Golkar di Bajarbaru

Baca: Diler Sepeda Motor di Banjarmasin Genjot Promo Mulai DP Ringan Hingga Cashback Jutaan Rupiah

Selain kemoceng dan tikar, juga ada keset berbahan ijuk serta gantungan bunga berbahan nilon. Dari tampilannya, tak kalah menariknya dengan produk serupa bikinan perajin umum lainnya.

"Semuanya hasil karya klien yang ada di sini bersama para instruktur," tutur Noorlaila, koordinator Ruang Keterampilan PSBN Fajar Harapan, Selasa (23/04/2019) siang.

Noorlaina juga sekaligus instruktur yang melatih klien membikin tikar, kemoceng, dan gantungan bunga. Pada Selasa, ia didampingi dua instruktur lainnya yakni Ali Aking dan Arian. Kedua instruktur berusia lanjut ini penyandang disabilitas netra.

Meski tak melihat, tapi Ali Aking dan Arian begitu cekatan mengajari para klien membikin karya tangan. Selasa pagi hingga siang pukul 12.00 Wita, Arian sibuk mengajari membikin kemoceng, sedangkan Ali Aking membikin keset. Bahkan meski para klien telah pulang atau kembali ke asrama, keduanya tetap sibuk melanjutkan membikin karya tangan tersebut.

"Ada sekitar 20-an klien PSBN Fajar Harapan yang tiap hari aktif belajar mengasah kemampuan membikin karya tangan tersebut. Banyak juga yang sudah piawai antara lain Farid, Dian, Hasan, dan Jarkasi. Alhamdulillah rata-rata cepat daya tangkapnya," sebut Noorlaila.

Bahkan produk karya tangan mereka telah terserap ke pasaran umum. "Sudah ada langganan tetap yang menampung semua produk kami yakni di pasar Martapura. Setidaknya dalam sebulan, satu kali kami memasok barang," tandasnya.

Baca: Sudah Audiensi dengan Empat Pendaftar Calon Wakil Bupati, PKS Justru Usung Fakih Jarjani

Baca: Tinjau Rencana Perbaikan Jalan di Gunung Meratus, Perbaikan Rencana Hingga Tiga Kilometer

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved