Berita Banjarmasin

NEWSVIDEO : Perajin Ini Pertahankan Pakai Pewarna Alami Kain Sasirangan sebagai Ciri Khas

SEJUMLAH kain sasirangan berbagai motif dan warna tampak terpajang rapi di lemari etalase Galeri Assalam Sasirangan.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - SEJUMLAH kain sasirangan berbagai motif dan warna tampak terpajang rapi di lemari etalase Galeri Assalam Sasirangan.

Sebagian lainnya tampak digantungkan di kayu pajangan, dan dililitkan di sebuah patung manekin di sudut ruangan.

Ada yang berbeda dari kain-kain sasirangan yang dipajang ini. Warna-warna kain tradisional ini tampak lebih kalem dan lembut. Hal itu lantaran semua kain sasirangan di galeri yang beralamat di Gang SMK, Jalan Mulawarman Nomor 2 Banjarmasin Tengah ini hanya menggunakan pewarna dari bahan alami.

Berbagai bahan alami digunakan antara lain kayu ulin, kulit rambutan, buah gincu, kunyit, buah ketapang, daun jati, daun mangga, jalawe, tiwadak banyu dan tanaman indigofera.

Menggunakan bahan alam memang menjadi prinsip pengelola galeri ini. Bahkan, sebagian bahan pewarna alami ditanam sendiri di pekarangan rumahnya.

“Selain melestarikan kain khas Banjar, penggunaan pewarna alami ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” kata Manajer Produksi Assalam Sasirangan, Ibnu Katsir.

Baca: Saksi Warga Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu Masa Tenang Tak Penuhi Undangan Bawaslu Tapin

Baca: Hasil Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara di 21 Puskesmas se-HSS, 13 Orang Positif

Baca: Saksi Warga Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu Masa Tenang Tak Penuhi Undangan Bawaslu Tapin

Baca: Hati-hati Pacaran dengan 5 Zodiak Ini, Terungkap Ramalannya Sering Baper dengan Kekasihnya

Kendati begitu diakui dia, untuk memproduksi pewarna alami masih terkendala bahan baku. Dia pun berharap, pemerintah dapat menyediakan lahan untuk membantu budidaya tanaman yang menjadi bahan pewarna alami bagi perajin seperti dirinya.

Adapun kelemahan sasirangan dengan pewarna alami ini, yakni produksinya masih terbatas sebab untuk membuatnya tidak bisa cepat. Per hari, hanya mampu memproduksi sekitar 10 potong kain dengan satu warna.

Sedangkan untuk pemasaran dilakukan secara langsung di galeri, saat pameran atau expo, dan melalui media sosial Assalam Sasirangan dan website resmi pihaknya di www.sasirangawarnaalam.com.(banjarmasinpost.co.id /Tim)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved