Berita Kabupaten Banjar

NEWSVIDEO : Ratusan Indukan Arwana Red Banjar Dilepasliarkan di Waduk Riam Kanan

Melestarikan plasma nutfah asli Kalimantan digelar pelepasliaran indukan arwana red banjar sebanyak 150 ekor di Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Melestarikan plasma nutfah asli Kalimantan digelar pelepasliaran indukan arwana red banjar sebanyak 150 ekor di Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar.

Serta dilakukan restocking benih ikan lokal sebanyak 150.000 ekor, yang terdiri dari benih ikan Papuyu, Jelawat, Kelabau dan Baung, Selasa (23/4) di areal perairan Tahura Sultan Adam Riam Kanan.

Digelar BKIPM KKP melalui Balai KIPM Banjarmasin bekerjasama dengan PT Kresnapusaka Tirta Lestari, serta bersama-sama Instansi terkait BBAT Mandiangan, UPTD Tahura Sultam Adam, Pemkab Banjar, BKSDA Kalsel, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalsel.

Dihadiri Kepala BKIPM KKP DR. Ir. Rina M.Si, Dirjend Perikanan Budidaya KKP DR. Ir. Slamet Soebjakto, M.Si, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Syaiful Azhari, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar M Riza Dauly.

Baca: Banjar Masuk dalam Visit Kalsel 2020, Ini yang Akan Dilakukan

Diharapkan, melalui kegiatan ini indukan arwana red banjar yang diilepas dapat berkembangbiak dan lestari. Kepala Balai KIPM Banjarmasin Sokhib, S.Pi, M.Si menitip pesan agar indukan arwana yang dilepasliarkan di beberapa titik perairan Tahura Sultan Adam selanjutnya tidak ditangkap dan diburu oleh masyarakat agar dapat berkembang biak secara alami di alam demi kelestarian plasma nutfah di Kalsel.

Arwana Red Banjar menjadi salah satu produk unggulan export Kalimantan Selatan ke berbagai negara. PT. Kresnapusaka Tirta Lestari adalah perusahaan yang melakukan kegiatan ekspor tersebut, dan beberapa negara yang menjadi tujuan dominan ekspor arwana red banjar adalah China, Jepang, Philippines, Thailan dan Vietnam.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya konservasi plasma nutfah asli kalimantan dimana sebelumnya di areal perairan yang sama pada tahun 2017 telah dilakukan pelepasliaran (restocking) 184 indukan arwana dengan ukuran 80 cm ke atas.

Baca: Median Jalan A Yani Kertakhanyar - Gambut Ditumbuhi Ilalang, Ini Kata Kepala DLH Banjar

Kegiatan restocking indukan Arwana dan ikan lokal ini merupakan salah satu bentuk upaya menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan dimana disamping mempertimbangkan nilai ekonomis Export ikan arwana, tanggung jawab keberlanjutan itu tetap dipertahankan dgn melakukan kegiatan restocking

Sebagai mana diketahui Ikan Arwana merupakan jenis ikan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa, selain itu ikan arwana masuk dalam daftar Appendiks I CITES dimana perdagangannya secara internasional dilarang, kecuali hasil budidaya / penangkaran. Selain itu Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 21 Tahun 2014, bahwa anak ikan arwana dengan ukuran kurang dari 12 sentimeter dilarang keluar dari wilayah Negara Republik Indonesia.(banjarmasinpost.co.id /Nia Kurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved