Berita Tanahlaut

Pelari Gunung Pelaihari Gugur Saat Ikut Borneo Extreme Trail di Samarinda, Ini Firasat Ibunda

di Borneo Extreme Trail yang digelar di Samarinda ia harus terhenti jelang garis finis karena roboh dan jatuh ke tanah diduga karena kelelahan.

Pelari Gunung Pelaihari Gugur Saat Ikut Borneo Extreme Trail di Samarinda, Ini Firasat Ibunda
pintaram.com/@herdieqdunk
Rizki Herdi Rifansyah (26), Pelari Gunung (Trail Runner) asal Pelaihari, Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Meninggalnya trail runners asal Pelaihari, Rizki Herdi Rifansyah (26) tak disangka-sangka oleh anggota keluarga. Pasalnya Herdi yang sudah lama berkecimpung dalam trail run (lari di gunung) sebelumnya sudah bisa menaklukkan trail run berjarak 100 kilometer di Jawa.

Namun kemarin dalam gelar Borneo Extreme Trail yang digelar di Samarinda ia harus terhenti jelang garis finis karena roboh dan jatuh ke tanah diduga karena kelelahan.

Terang ibu Herdi, Hj Ainun kepada Banjarmasinpost.co.id Selasa (23/4/2019) Herdi roboh dua kilometer jelang garis finish. Selain itu ditemukan bekas luka lecet di kening diduga terkena batu di bagian kepala diduga karena jatuh ke tanah.

Awal mulanya terang Hj Ainun tak ada firasat akan meninggalnya Herdi, pasalnya Herdi sudah terbiasa mengikuti trail run bahkan hingga 100 kilometer. Namun kini ia harus tertinggal di trail run 20 kilometer.

Baca: Bupati Banjar Guru Khalil Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Sungai Kitanu

Pada awalnya ujar Hj Ainun dirinya sempat tak membolehkan Herdi berangkat mengikuti trail run di Samarinda, namun Herdi mengatakan tetap berangkat karena trail run adalah hobinya. Herdi pun berangkat bersama lima orang temannya dari Kalsel.

Herdi yang kini juga sebagai PTT di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanahlaut sebelumnya juga diminta menjadi pengawas UNBK SMP di Kintap. Namun Herdi mengatakan akan ada penggantinya sehingga ia bisa pulang saat Selasa atau Rabu ini.

"Harusnya Senin kemarin dia pulang jadi pengawas ujian, tapi katanya sudah ada penggantinya, dan ia juga janji tidak akan lama-lama di Samarinda," ujar ibu tiga orang anak ini.

Sebelum keberangkatan memang Herdi terang Hj Ainun tampak capek, namun saat dilarang berangkat, Herdi mengatakan trail run adalah hobinya. Trail run sudah menjadi hidup dan matinya.

Kemudian malam sebelum Herdi dikabarkan meninggal, Hj Ainun juga sempat bermimpi gigi copot. "Biasanya kata orang kan kalau mimpi gigi copot bisa ada yang meninggal, tidak tahunya malah Herdi yang meninggal," terangnya.

Baca: Polres HSU Siap Amankan Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang Pemilu 2019 di Amuntai Tengah

Berdasarkan penuturan teman-teman Herdi, Herdi juga disebut tampak pendiam dalam seminggu ini.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved