Berita Tanahlaut

NEWSVIDEO : Videotron Satu-satunya Pemkab Tanahlaut Sering Mati, Ternyata Ini Alasannya

Keluhan videotron Pemkab Tanahlaut sering mati disebut pengunjung warga Pelaihari, Hairul. Terangnya videotron tampak sering bermasalah dan mati.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Keluhan videotron Pemkab Tanahlaut sering mati disebut pengunjung warga Pelaihari, Hairul. Terangnya videotron tampak sering bermasalah dan mati.

"Iya sering sekali mati, padahal itu bisa jadi sarana informasi bagi masyarakat," terangnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (24/4/2019).

Keberadaan videotron di tengah kota menurutnya harus bisa dimanfaatkan maksimal oleh Pemkab Tanahlaut terlebih anggaran pembelian Videotron besar dan juga memakan biaya operasional listrik yang juga besar.

"Sayang sekali videotron satu-satunya milik Pemkab ini malah sering mati dan rusak," tambahnya.

Seperti saat terpantau Rabu (25/4/2019) videotron tampak tak bisa menayangkan semua tampilan video saat dinyalakan teknisi. Dari banyak lcd hanya deretan lcd bagian bawah yang bisa menyala, sisanya tak bisa menayangkan video.

Baca: Bupati HST Terbitkan SK Pembentukan Panitia Perlindungan Masyarakat Hukum Adat, Ini Tujuannya

Baca: Bawaslu HSS Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di Desa Haratai Loksado, Ini Penyebabnya

Kabid Tata Kota dan Kebersihan DKRKPLH Kabupaten Tanahlaut, Arif Setyawan mengatakan memang videotron sedang bermasalah yaitu konslet akibat terkena petir. Akibatnya hanya sebagian panel yang bisa menayangkan video sementara sisanya mati.

Perbaikan videotron sudah beberapa kali terang Arif diusulkan namun mereka harus antre dengan pemakai videotron lain.

"Kita masih ketergantungan teknisi dari Jawa, karena yang memasang videotron itu kan dari Jawa kemarin jadi teknisinya teknisi Jawa, kami sudah cari teknisi videotron dari Banjarmasin mungkin ada, tapi ternyata di Banjarmasin juga teknisi videotron dari Jawa juga. Selama ini kan yang jual videotron dari Jawa semua masih belum ada yang jual dari Banjar atau teknisi di Banjar," jelasnya.

Akibatnya untuk mendapatkan perbaikan pihaknya harus antre berbulan-bulan sambil bergiliran dengan pemakai videotron lain di Kalsel.

"Sudah lama sekali itu kami minta diperbaiki ke teknisinya tapi lama sekali, baru tadi datang," sebutnya.

Selain karena videotron yang masih rusak, kemarin terang Arif Videotron juga sengaja dimatikan karena tak ada bahan untuk ditayangkan. Pihaknya menunggu bahan untuk ditayangkan namun dari Bagian Humpro Pemkab Tanahlaut mengatakan masih dalam proses editing dan pengumpulan data.

Baca: Sumaryoto, Caleg Partai Nasdem Tanahlaut Meninggal Dunia, Diduga Kelelahan Kampanye PIleg 2019

Baca: Ketua Baznas Kalsel  Minta UPZ STAI Darul Ulum HSS AKtif Gerakkan Zakat di Kalangan Profesi

"Kami juga sudah lama minta bahan tapi katanya masih proses jadi tidak ada yang bisa ditayangkan," sebutnya.

Selama ini tambahnya masih video bupati yang lama yang masih pihaknya miliki untuk ditayangkan, belum ada video bupati baru. Sehingga penayangan videotron dihentikan sementara.

"Iya bahannya belum update tapi bukan kami yang bertugas menyiapkan bahan itu, katanya masih proses editing dan masih proses persetujuan dulu sebelum ditayangkan jadi mungkin agak lama," sebutnya.

Sejak pergantian buoati Tanahlaut tambah Arif memang baru ini video baru akan ditayangkan sebelumnya merupakan video lama berisi kegiatan bupati terdahulu. (Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved