Berita Kotabaru

Ibu dan Bayi Tertimbun Longsor, Siswa dari Pulau Matasirih, Kecamatan Pulau Sembilan Kotabaru Syok

Cuaca buruk belakangan ini membuat pulau terluar di Kabupaten Kotabaru, yakni Pulau Matasirih, Kecamatan Pulau Sembilan, mengalami tanah longsor.

Ibu dan Bayi Tertimbun Longsor, Siswa dari Pulau Matasirih, Kecamatan Pulau Sembilan Kotabaru Syok
capture/metro banjar
Metro Banjar edisi Kamis, 25 April 2019, Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Cuaca buruk belakangan ini membuat pulau terluar di Kabupaten Kotabaru, yakni Pulau Matasirih, Kecamatan Pulau Sembilan, mengalami tanah longsor.

Akibatnya, sejumlah rumah ambruk bahkan ada penghuninya yang turut tertimbun dari kecelakaan faktor alam tersebut.

Kapolsek Pulau Sembilan, Ipda Sumarno, Rabu (24/4) membenarkan peristiwa musibah longsor tersebut. Peristiwa longsor itu terjadi pada pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita.

Dia mengatakan dari infomasi masyarakat Pulau Matasirih, telah terjadi tanah longsor di Desa Sawalla Matasirih RT 6. Di desa tersebut informasinya ada sebanyak tiga rumah yang rusak berat akibat longsor tersebut.

"Ada 3 rumah yang rusak berat. Selain itu informasinya ada dua orang belum ditemukan saat berada di dalam rumah tersebut. Korban diketahui bernama Hilmah serta satu orang anaknya, Sabandia yang berusia enam bulan, " kata Sumarno.

Baca: UPDATE Longsor di Pulau Matasirih Kotabaru, Ibu dan Bayinya Belum Ditemukan

Baca: Pulau Matasirih Kotabaru Longsor, 2 Warga dan Sejumlah Bangunan Ikut Tertimbun

Dia mengatakan informasi masih tersebut masih minim, karena lokasi dan komunikasi di sana sulit. Jarak dari Pulau Marabatuan menuju Pulau Matasirih, harus menempuh jarak sekitar 5 jam perjalanan kapal nelayan.

"Kami sudah mengerahkan anggota ke lokasi, yakni intel dan kanit Binmas Polsek Pulau Sembilan untuk ke lokasi bersama pihak kecamatan, " katanya.

Jajarannya masih menuju lokasi dan disana termasuk masih sulit jaringan telepon.

Kepala BPBD Kotabaru, H Ahmadi Jaya, mengatakan saat ini jajarannya masih terus berupaya berkomunikasi meski sulit. Mereka hanya bisa menggunakan radio untuk mencari informasi.

"Dua orang belum ditemukan. Sementara untuk bangunan rumah ada sebanyak delapan unit rumah mengalami rusak berat dan tiga rumah rusak ringan akibat tanah longsor itu, " kata H Jaya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved