Ekonomi dan Bisnis

Penawaran Pinjaman Online Makin Marak di Ponsel, Bikin Mudah Atau Tambah Sulit? Ini Faktanya

Tak bisa dipungkiri, setiap orang yang memiliki telepon seluler pasti pernah mendapat SMS berisi penawaran kredit atau pinjaman uang

Penawaran Pinjaman Online Makin Marak di Ponsel, Bikin Mudah Atau Tambah Sulit? Ini Faktanya
pexels.com/rawpixel.com
Iluistrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak bisa dipungkiri, setiap orang yang memiliki telepon seluler pasti pernah mendapat SMS berisi penawaran kredit atau pinjaman uang. Entah dari mana pengirimnya mendapatkan nomor kita.

Salah satu SMS yang semakin marak beredar adalah, “Kami menawarkan pinjaman berbasis online dengan bunga cuma 2 persen per tahun. Minimal pinjaman Rp 5 juta sampai Rp 130 juta. Jika minat silakan chat WA. Cepat dan Amanah 100 persen.”

Melihat bunganya yang di bawah bunga bank, tentu ini menggiurkan. Benarkah? Untuk membuktikannya BPost menghubungi nomor pengirim. Dia mengaku bernama Agus.

Pria yang mengaku dari Kota Malang Jawa Timur ini mengatakan kantornya melayani seluruh Indonesia. “Proses cepat, 2-3 jam langsung ACC. Tanpa agunan, tanpa survei, bunga tetap dua persen pertahun. Pinjaman minimalnya Rp 5 juta dan maksimal Rp 200, untuk masa tenor atau angsuran satu tahun sampai lima tahun,” ujarnya.

Ketika BPost menanyakan persyaratan, dia langsung memaparkan cara pengajuan pinjaman melalui WhatsApp. “Tinggal foto KTP, kartu keluarga dan buku rekening yang masih aktif, isi formulir dan menyetorkan biaya deposit sementara untuk pencairan pinjaman,” katanya.

Saat ditanya soal biaya deposit, dia menjelaskan itu biaya admin sekaligus penganti tanda tangan nasabah yang bersifat sementara. “Nanti dikembali bersamaan dengan pencairan pinjaman,” ujarnya.

Lain lagi dengan tawaran yang disampaikan Jaim. Ini berawal dari SMS yang diterima BPost. “Dana multiguna agunan BPKB Motor/Mobil/Pickup/Truck Resmi, cepat. Bunga 0,86 tanpa BI Check,” begitu bunyi pesan penawarannya.

Saat dihubungi, Jaim menjelaskan syarat pinjamannya yakni KTP, KK, PBB dan rekening tiga bulan terakhir. Dia meminta reporter BPost untuk mengisi data agar simulasi perhitungan dana pinjaman bisa dihitung. Di antaranya nama, kota, tipe unit kendaraan, tahun dan tenor. Sekitar 10 menit menunggu simulasi hitungan dikirimkannya. “Estimasi kalau pinjam Rp 7 juta 12 x 876 rb, ini angsurannya pak,” katanya.

Baca: Fakta Caleg di Tanahlaut Meninggal Dunia, Kelelahan Mengawal Proses Penghitungan Suara

Baca: Supaya Perajin Sasirangan Tak Cemari Lingkungan, Ini Solusi dari Wali Kota Banjarmasin

Jaim mengatakan pembayaran angsuran bisa ditransfer. “Jadi kapan bisa kami surve?” katanya.

Beberapa warga yang ditemui BPost berbeda menyikapi SMS berisi tawaran pinjaman itu. Yahya, warga Lianganggang, Banjarbaru, mengaku mendapat banyak penawaran melalui pesan pendek. Namun dia lebih tertarik menggunakan aplikasi. Alasannya faktor kemudahan dalam prosesnya. Selama tiga bulan terakhir ini dia sudah beberapa kali melakukan pinjaman untuk modal usaha sehari-hari.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved