Berita Ekonomi dan Bisnis

Sempat Menuai Protes, Garuda Justru Bakal Tambah Wholesaler Untuk  Booking Tiket, Ini Penjelasanya

Kebijakan maskapai Garuda Indonesia yang menggunakan tiga wholesaler beberapa waktu lalu sempat menuai protes dari sejumlah biro travel daerah.

Sempat Menuai Protes, Garuda Justru Bakal Tambah Wholesaler Untuk  Booking Tiket, Ini Penjelasanya
banjarmasin post group/ m maulana
Pesawat Garuda Indonesia saat bersandar di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kebijakan maskapai Garuda Indonesia yang menggunakan tiga wholesaler beberapa waktu lalu sempat menuai protes dari sejumlah biro travel daerah.

Kendati demikian, Garuda Indonesia yang kini menjadi Garuda Group justru akan menambah jumlah wholesaler.

"Sebelumnya Garuda memang memberikan kewenangan kepada wholesaler, yakni ada tiga wholesaler yang sudah berjalan. Wacananya yang akan datang kami akan menambah lima wholesaler," jelas Sales Garuda Banjarmasin, Dina kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Kans Ahmad Dhani Lolos DPR RI di Pemilu 2019, Bisakah Suami Mulan Jameela Dilantik Jika Terpidana?

Baca: Ruangan Terbatas, Puskesmas Kelua Gunakan poli umum untuk Tangani Pasien Sakit  Jiwa

Baca: Mundari Karya  Yakin Titisan Boaz Masuk Timnas U-16

Ditambahkannya, para wholesaler tersebut bertanggung jawab menangani customer agar biro atau agen travel tidak langsung membeli melalui Garuda.

Lantaran masih masa transisi pada Maret lalu, sontak saja cukup mengagetkan sejumlah biro di daerah.  Namun dikatakannya, pihak sales cabang akan terus membantu pihak agen mendapatkan tiket dari wholesaler apabila terdapat kendala.

Tuai protes dari sejumlah biro khususnya di Kalsel, Sales Service & Manager Garuda Indonesia Cabang Banjarmasin, Prasetyo Putro Santoso mengakui, pihaknya memang belum melakukan sosialisasi dengan biro travel.

"Namun sejauh ini kami sudah komunikasikan, hal tersebut hanya kesalahpahaman saja. Soal harga tidak akan mahal lagi sebab nantinya lima wholesaler secara kompetitif ingin mendapatkan costumer tersendiri, justru akan lebih murah nantinya sesuai kebijakan wholesaler," ujarnya.

Dia mengatakan, kenaikan harga dilakukan sejalan dengan biaya operasional penerbangan yang terus meningkat terutama dipengaruhi biaya avtur dan sewa pesawat.

Biaya leasing pesawat juga jadi penyumbang terbesar dalam dunia bisnis penerbangan. Untuk biaya leasing pesawat memiliki komposisi 20 persen dari keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan maskapai.

Baca: Api Hanguskan Dua Rumah di Jalan Kasturi, Ini Jumlah Kerugiannya

Baca: Perubahan Istri SBY, Ani Yudhoyono Bikin Istri Ibas Berdoa, AHY Ungkap Impian Ibunya Belum Tercapai

Selain itu, biaya maintenance pesawat dan gaji pegawai jadi biaya lain yang juga harus dibayarkan oleh penggelut bisnis penerbangan.

Adanya sistem booking melalui wholesaler, keuntungan bisa diraih lebih besar sebab, para wholesaler tersebut membeli dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat. Hal ini juga diakuinya menyerupai sistem pembelian unit mobil yang tidak langsung dari costumer ke pabrik namun melalui diler. Wholesaler yang dimaksudkan diharapkan berfungsi seperti diler. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved