Berita Banjarmasin

Supaya Perajin Sasirangan Tak Cemari Lingkungan, Ini Solusi dari Wali Kota Banjarmasin

BEBERAPA waktu lalu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengeluarkan surat edaran kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya.

Supaya Perajin Sasirangan Tak Cemari Lingkungan, Ini Solusi dari Wali Kota Banjarmasin
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
H Ibnu Sina, Wali Kota Banjarmasin 

Wawancara Ekslusif dengan H Ibnu Sina, Wali Kota Banjarmasin

BANJARMASINPOST.CO.ID - BEBERAPA waktu lalu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengeluarkan surat edaran kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya. Surat berisi imbauan agar 8.000 pegawai pemerintah kota mengenakan pakaian sasirangan yang menggunakan pewarna alami setidaknya sekali dalam sebulan.

Dalam perbincangan dengan BPost, orang nomor satu di Kota Seribu Sungai ini menjelaskan awal mula ide penggunaan sasirangan pewarna alam tersebut.

Kenapa ASN wajib mengenakan sasirangan berpewarna alam?
Sebagaimana kita tahu, Banjarmasin Sasirangan Festival sudah digelar tiga kali. Di sana kami sudah mempromosikan sasirangan pewarna alam. Pewarnaannya terlihat lebih natural. Selain itu juga berhubungan dengan isu lingkungan, yang dibahas secara international. Kita juga tahu selama ini pembuatan sasirangan menggunakan pewarna kimia. Tidak semua perajin memiliki tempat membuang limbah. Bahkan ada yang membuangnya ke sungai. Nah dari situ saya terinspirasi untuk mengembangkan sasirangan pewarna alam agar tak ada limbah.

Pengrajin Sasirangan di Sungai Jingah memajang kain Sasirangan di pinggir jalan.
Pengrajin Sasirangan di Sungai Jingah memajang kain Sasirangan di pinggir jalan. (banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar)

Apakah ini ide sendiri?
Awalnya ada satu perajin yang lebih dulu menerapkan sasirangan pewarna alam. Kemudian kami melihat bahan pewarnaannya menggunakan tanaman sekitar. Ternyata itu juga memberikan inspirasi kepada perajin dan PKK Kota Banjarmasin untuk mengangkatnya. Bahkan sasirangan pewarna alam ini tidak kalah dengan yang lain. Bisa dibilang sangat diminati.

Kapan sasirangan pewarna alam wajib dikenakan ASN ?
Sesuai surat edaran, imbauan ditujukan kepada seluruh ASN di Kota Banjarmasin yang kurang lebih 8.000 orang. Kami mewajibkan satu bulan sekali menggunakan sasirangan pewarna alam. Setiap hari Kamis pada minggu kedua.

Dampaknya terhadap perajin ?
Ini tentu menggerakkan ekonomi kreatif kita khususnya para pengrajin sasirangan bahan pewarna alam. Ternyata dampak yang luar biasa dirasakan oleh para perajin. Mereka mulai berpindah produksi sasirangan menggunakan pewarna alam. Bayangkan 8.000 pegawai semua diwajibkan.

Sepanjang 300 meter kain sasirangan dibentang ratusan siswa SMP se Banjarmasin saat acara Karnaval dan Parade Masal Sasirangan BSD 2019, Sabtu (9/3/2019).
Sepanjang 300 meter kain sasirangan dibentang ratusan siswa SMP se Banjarmasin saat acara Karnaval dan Parade Masal Sasirangan BSD 2019, Sabtu (9/3/2019). (Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Tanaman apa saja yang bisa digunakan?
Ada banyak tumbuhan yang perajin gunakan. Semisal buah gincu untuk warna merah, kunyit untuk warna kuning, kayu ulin untuk warna cokelat dan buah manggis serta tanaman indigofera. Warna-warna ini memberikan kesan lebih soft pada kain sasirangan.

Bagaimana dengan peminatnya?
Alhamdulillah, setelah coba dipasarkan dan diperkenalkan kepada masyarakat, sasirangan pewarna alam ini begitu diminati. Karena tidak semua orang menyukai warna cerah. Selain itu, untuk turis asing, mereka lebih suka warna yang lembut, kalem.

Apakah ini akan mengubah citra sasirangan yang dikenal dengan warna cerah?
Jelas tidak, pewarnaan ini tidak jadi permasalahan. Apalagi yang ramah lingkungan. Setiap orang pasti akan menghargai.

Tapi harganya mahal?
Harganya memang lebih mahal, karena dikerjakan secara manual. Kemudian produksinya juga lebih sedikit. Tapi untuk ASN saya rasa mereka mampu saja untuk membeli sasirangan yang menggunakan pewarna alam ini.

Pewarna alam kan lebih cepat luntur?
Ada banyak perawatan yang bisa dilakukan untuk menjaga warnanya. Di antaranya jangan langsung dicuci menggunakan deterjen. Tapi cukup cuci kering. Berikan perlakukan khusus.

Bagaimana tanggapan bapak mengenai sasirangan printing?
Kalau kami sama sekali tidak merekomendasikan sasirangan printing. Karena itu akan mematikan perajin. Selain itu menghilangkan identitas sasirangan karena bekas jelujurnya kan tidak ada. Padahal itulah yang membedakan sasirangan dengan metode pewarnaan lain. Memberikan efek unik pada bekas sirangnya.

Jenis sasirangan apa yang paling bapak suka?
Secara umum saya suka semua jenis sasirangan. Saya sangat menghargai kalau semisal jelujurnya sangat banyak dan tingkat kerumitan yang tinggi. Itu sangat luar biasa. Saya juga sangat suka sasirangan pewarna alam. (banjarmasinpost.co.id/ell)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved