Penawaran Pinjaman Tunai Marak

YLKI Kalsel : Waspada, Jangan Sampai Terjebak Perkreditan Bermasalah atau Rentenir

Dr Fauzan Ramon SH MH mengatakan konsumen harus cerdas menyikapi SMS yang menawarkan pinjaman atau kredit cepat, mudah dan bunga ringan.

YLKI Kalsel : Waspada, Jangan Sampai Terjebak Perkreditan Bermasalah atau Rentenir
capture/BPost Edisi cetak
Banjarmasin Post Edisi Kamis, 25 April 2019 Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI) Kalsel yang juga Wakil Ketua Badan Penyelesaikan Sengketa Konsumen (BPSK) Kalsel Dr Fauzan Ramon SH MH mengatakan konsumen harus cerdas menyikapi SMS yang menawarkan pinjaman atau kredit cepat, mudah dan bunga ringan.

“Jangan sampai kita terjerat perkreditan bermasalah. Kita kan tidak tahu legalitas, kantornya di mana dan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Fauzan, tawaran itu bisa saja ada unsur penipuannya.

“Dalam masalah ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati. Karena semakin majunya teknologi sekarang ini orang berbagai cara bisa melakukan modus kejahatan,” ujarnya.

Baca: SMS Pinjaman Tunai yang Kian Marak, Tanpa Agunan, Langsung Dipotong 20 Persen Saat Cair

Baca: Yahya Tiga Kali Pinjam Modal Usaha Lewat Aplikasi Online, Ini yang Terjadi Jika Terlambat Bayar

Menurut Fauzan, saat ini cukup marak rentenir. Sudah ada beberapa orang melapor ke pihaknya karena tersandung masalah ini. Ada yang berkedok arisan. Beberapa perempuan pedagang ikut arisan jika ingin dapat dipotong duluan 20 persen.

“Ada tiga kasus kami tangani,” ujarnya.

Dari beberapa kasus, lanjutnya, para rentenir ini bisa memakai preman untuk menagih ke konsumen. “Ini bisa tak terpantau oleh kepolisian,” ujarnya.

Apakah kepolisian bisa bertindak? Fauzan mengatakan bisa. “Apalagi jika seseorang melakukan penangihan secara atau dengan ancaman,” ujarnya.

Menanggapi masalah ini Kabid Humas Polda Kalsel Kombes M Rifa'i juga berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan SMS pinjaman. Kalau memerlukan pinjaman, sebaiknya ke lembaga resmi seperti bank atau koperasi.

“Kami juga mengimbau jika ada masyarakat merasa dirugikan dengan suatu perbuatan tentunya bisa melaporkan ke aparat kepolisian,” ujranya. (dwi/kur)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post edisi Cetak dan e-Paper BPost Kamis (25/4/2019)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved