Fikrah

Apa yang Anda Pinta di Dunia?

ALLAH SWT menyuruh para hamba-Nya berdoa dan menjanjikan perkenan-Nya. Ud’uni astajib lakum, (QS 2/186).

Apa yang Anda Pinta di Dunia?
salmah
KH Husin Naparin, Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin, Ketua Umum MUI Prov Kalsel.

BANJARMASINPOST.CO.ID - ALLAH SWT menyuruh para hamba-Nya berdoa dan menjanjikan perkenan-Nya. Ud’uni astajib lakum, (QS 2/186). Famata athlaqa lisanaka bith-thalabi lisyai’in tajalla fi qalbika, fa’lam annahu yuridu bihi an-yu’thiyaka ma thalabta minhu, fala tasta’jil fakullu syai’in ‘indahu bimiqdar (manakala Allah menjadikan lidah anda berdoa sesuatu yang ada di hati anda, ketahuilah itu menandakan Dia ingin menganugerahkan apa yang anda minta, jangan mendesak, segala sesuatu di sisi-Nya ada ketentuan. (Hikam, 102).

Nabi SAW bersabda, man udzina lahu fid-do’a minkum faqad futihat lahu abwaburrahmah, barang siapa yang diberikan kemampuan berdoa, sungguh itu tanda terbukanya pintu rahmat baginya. (HR Hakim). Seorang pejabat hendak memberikan sesuatu kepada masyarakat, ia instruksikan agar mengajukan proposal dan dicontohkan pula bagaimana redaksinya.

Itulah doa. Karenanya doa ma’tsur dari Alquran dan lidah Nabi SAW serta orang-orang saleh lebih utama. Allah SWT menegur Nabi Nuh AS yang minta agar anaknya diselamatkan dari tenggelam; anakmu itu tidak lagi keluargamu, kau jangan memohon sesuatu yang tidak kau ketahui hakikatnya. (QS 11/45-47).

Bagi seorang muslim, doa terentang di kehidupannya sehari-hari: dalam ibadah yang dilaksanakan seperti dalam salat; menyertai segala aktivitas seperti sebelum/sesudah makan, sebelum/sesudah tidur, doa ke kamar kecil dan lain sebagainya atau dipanjatkan secara khusus.

Lewat doa, rasa ketergantungan (iftiqar) seorang hamba kepada Allah, itulah yang dimaui-Nya, kendati Dia telah menentukan nasib seseorang dan bukan berarti Dia tidak tahu keperluan hamba-Nya.

Seorang saleh berdoa, ya rabb ‘ilmuka bi kafani ‘an su’alik, wa su’ali bika dalilun alaf-tiqari, Tuhanku, cukuplah tahunya Engkau akan keadaanku dari aku berdoa kepada-Mu, doaku kepada-Mu bukti perlunya aku dengan-Mu
Seorang beriman diharamkan mendoakan ampun dan rahmat bagi orang tidak beriman yang meninggal dengan ucapan almarhum, doa selamat untuk orang fasik seperti doa kemenangan caleg yang tidak diyakini amanahnya, kita akan dimintai pertanggungjawaban, wala taqfu ma laitsa laka bihi ‘ilmun, innas-sam’a wal-bashara wal-fu’ada kullu ula’ika kana ‘anhu mas’ula. (QS 17/36).

Juga haram doa yang berakibat putusnya silaturrahmi dan mendesak. Makruh doa hanya untuk sendiri padahal sebagai imam dengan orang banyak. Ali bin Abithalib pernah berdoa, ya Allah jadikan aku orang yang tidak memerlukan orang lain dan orang lain tidak memerlukan aku. Nabi SAW menegurnya, jangan begitu, berdoalah, selamatkan aku dari makhluk Engkau yang jahat.

Di antara doa yang disuruh (ma’mur), yaitu mohon: 1. Keampunan dari segala dosa untuk diri sendiri, kedua oran tua dan umat beriman. 2. ilmu yang bermafaat. 3. Diterima segala amal taat ibadat, 4. Tidak meruginya perdagangan dan rezeki yang halal. 5. Pasangan hidup (suami/istri) dan keturunan yang baik (qurratu a’yun).

Selain itu, 6. Mohon kemenangan dari orang-orang zalim dan tidak beriman. 7. Dijauhkan dari musibah dan bala yang menyeret ke neraka, 8. Panjang usia dan baiknya amal. 9. Bisa berzikir kepada Allah, pandai bersyukur dan baik dalam ibadah, Allahumma a’ini ala dzikirika, wa syukrika, wa husni ibadatik. (doa yang diajarkan kepada Mu’adz bin Jabal).

Juga 10. Dihindarkan dari syirik (allahumma inni a’udzubika min an usyrika bika wa ana a’ lamu wa astagfiruka mimma la a’lamu). 11. Husnul-khatimah dan dilindungi dari su’ul-khatimah. 12. Ridha Allah dan surga, dan dijauhkan dari murka Allah dan neraka. 13. Diwafatkan berperidikat syahid. 14. Masuk surga tanpa hisab dan terhindar dari neraka. Siapa yang berdoa demikian tiga kali dalam sehari; surga berdoa ya Allah masukkan ia ke surga; dan neraka berdoa, ya Allah jauhkan ia dari neraka.

Sedangkan 15. Dijauhkan dari kesulitan hidup (diajarkan kepada Abu Umamah) berupa kesedihan dan kerisauan, ketidakberdayaan dan kemalasan, pengecut dan kikir, dililit utang dan kekerasan orang lain (allahumma ini a’udzubika minal-hamm wal-hazn, wa a’uzdubika minal-‘ajzi wal- kasal, wa a’uzdubika min-jubni wal-bukhli, wa a’udzubika min galabatid-daini wa qahrir-rijal). 16. Mohon kebaikan (hasanah di dunia dan hasanah di akhirat). 17. Doa-doa lainnya kepentingan diri sendiri dan untuk mereka yang menjadi tanggung-jawabnya, namun selalu dikaitkan dengan jika ada kebaikannya dunia akhirat dan dengan Engkau rahmat Allah (birahmatika ya arhamarrahimin). Wallahu a’lam. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved