Berita Kesehatan

Ternyata Waktu Makan Berpengaruh Terhadap Kesehatan Kita, Riset MRC Ini Buktinya

Riset yang diterbitkan dalam Jurnal Medis Cell dan didanai oleh Medical Research Council (MRC) menemukan kaitan jenis makanan yang dikonsumsi

Ternyata Waktu Makan Berpengaruh Terhadap Kesehatan Kita, Riset MRC Ini Buktinya
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Riset yang diterbitkan dalam Jurnal Medis Cell dan didanai oleh Medical Research Council (MRC) menemukan kaitan jenis makanan yang dikonsumsi dan waktu makan berpengaruh dalam kesehatan.

Menurut peneliti, waktu makan memiliki implikasi serius bagi mereka yang menderita jet lag setelah bepergian ke luar negeri dan bagi pekerja dengan jadwal kerja yang tidak konsisten alias dengan sistem shift.

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, peneliti mengidentifikasi insulin sebagai sinyal utama yang membangun jam tubuh untuk mengenali kapan waktu yang tepat untuk makan.

Peneliti menguraikan bagaimana pelepasan hormon saat makan memicu stimulasi protein yang disebut "periode", yang mempengaruhi ritme sirkadian sel-sel tubuh.

Oleh karena itu, ketika seseorang makan pada waktu yang tidak biasa, ini menyebabkan jam tubuh mereka menjadi terganggu.

Baca: 4 Kandungan Buah Nangka yang Bermanfaat bagi Kesehatan Tubuh, Aman Dimakan bagi Manusia

Baca: Jelang Ramadhan 2019/1440 H, Menu Buka Puasa dan Tips Sehat Sehatnya

Baca: Jelang Ramadhan 2019/1440 H, Cegah Sakit Kepala Saat Puas Dengan Konsumsi 6 Makanan Ini

Hal ini sekaligus menyebabkan masalah kesehatan termasuk penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

Para peneliti percaya temuan mengenai peran ini dapat membantu mengurangi masalah kesehatan karena gangguan jam tubuh.

Menurut peneliti, ini dapat dilakukan dengan memastikan individu makan pada waktu tertentu, atau meresepkan obat yang menargetkan pemberian sinyal insulin untuk mereka yang membutuhkannya.

Riset ini dilakukan oleh tim dari MRC Laboratory of Molecular Biology (LMB) di Cambridge dan University of Manchester.

Riset dilakukan dengan melakukan percobaan pada sel-sel yang dikultur, yang kemudian diterapkan kepada tikus.

Peneliti kemudian melakukan percobaan pada tikus dengan memberi para tikus makan saat-saat tikus biasanya beristirahat. Hasilnya, perlakuan ini menyebabkan ritme sirkadian alami para tikus terganggu.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved